Rabu, 21 Mei 2014

BRAVO KPK

BRAVO  KPK
Oleh  Andrian Habibi

Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) mendapatkan Penghargaan "Ramon Magsaysay Award " yang diberikan The Ramon Magsaysay Award Foundation (RMAF), Rabu, 23 Juli 2013. Lembaga anti rasuah (korupsi) ini dianggap telah berhasil mengatasi korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara. KPK juga dinilai berprestasi dengan mengembalikan uang negara senilai US$ 80 juta atau setara dengan Rp 820 miliar.
 Selain KPK, RMAF juga memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh lainnya, yakni Ernesto Domingo dari Filipina, Lehpai Seng Raw dari Myanmar, Habiba Sarabi dari Afganistan, dan organisasi Shakti Samuha dari Nepal. Atas prestasi itu, para pemenang berhak atas uang sebesar Rp 513 juta yang akan diberikan pada upacara serah terima hadiah 31 Agustus di Manila, Filipina.

Direktur RMAF Manuel H. Hizon dalam siaran persnya belum lama ini, menambahkan bahwa Ramon Magsaysay Award atau Hadiah Ramon Magsaysay, adalah suatu hadiah penghargaan yang dibentuk pada bulan April 1957. Semenjak berdirinya RMAF, sudah banyak peraih penghargaan berasal dari Indonesia. Prestasi yang patut diberi ucapan selamat atas raihan penghargaan atas komitmen focus menyukseskan pekerjaan secara professional.
Setiap tahun Ramon Magsaysay Award Foundation memberikan hadiah bagi perorangan dan organisasi Asia atas pencapaian unggul mereka di bidangnya masing-masing. Hadiah-hadiah tersebut diberikan dalam enam kategori: Government ServicePublic ServiceCommunity LeadershipJournalism, Literature and Creative Communication artsPeace and International UnderstandingEmergent Leadership.

Dari penghargaan khusus kepada KPK muncul berbagai tanggapan di media massa nasional baik cetak maupun dunia maya oleh sebagian kelompok untuk menghangatkan suasana informasi ter-update. Berita terkait KPK ini  penghargaan RMAF edisi tahun 2013 antara lain dari politisi Partai Keadlan Sejahtera (PKS) Fachry Hamzah berpendapat ; tidak ada hal istimewa dari penghargaan RMAF 2013 yang diterima KPK. Menurutnya penghargaan itu salah alamat karena kompetensinya tidak seimbang. Seharusnya KPK focus pada penuntasan korupsi bukannya bekerja hanya untuk membangun popularitas.

Terlepas dari berbagai tanggapan hemat penulis penghargaan RMAF 2013, sudah pas diberikan kepada KPK dengan dasar kinerja KPK selama ini.  Akan tetapi, apakah ini hanya sekedar berita penghargaan atas keseriusan dalam bekerja. Atau memang sengaja dipublikasikan untuk memperlihatkan sedikit harapan terhadap konsistensi lembaga. Karena memang ada dana publikasi di perencanaan keuangan KPK.

Semuanya butuh kajian mendalam, akan tetapi kelihatannya RMAF paham akan kondisi KPK sedang membutuhkan bantuan dalam bentuk penghargaan sebagai tanda selamat berjuang untuk pengentaskan korupsi terkhusus di Indonesia. Setiap insane, NGO’s anti korupsi beserta para legislator di senayan mulai menganalisa senyum siapa dalam hal besarnya hadiah dan pemberitaan, paling manis dan yang paling masam atas hadiah penghargaan RMAF 2013 yang diterima oleh KPK ?

Hadiah untuk KPK
Atas penghargaan bergengsi tingkat asia ini, muncul pelbagai komentar khalayak umum. Ada nyanyian komentar berirama positif dan bernada sumbang atau negative, semua tergantung cara pandang masing – masing penyanyi. Komentator ternama terkait isu pemberantasan korupsi bagai minyak bertemu api, langsung mulai memberikan beragam pertanyaan terhadap layak atau tidaknya KPK meraih penghargaan RMAF 2013? Dan apa barometer penilaian yang ditetapkan untuk KPK ?

Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo berpendapat penghargaan RMAF sebagai wujud dukungan masyarakat internasional kepada Indonesia dalam perang melawan korupsi. Mereka yang menghalang – halangi KPK harus malu, karena (pengahargaan) ini juga menistakan mereka yang menghalang- halangi kerja KPK.

Terlebih jika penilaiannya secara umum bahwa pemenang penghargaan telah memperlihatkan keunggulannya dalam bidang-bidang mereka masing-masing dan telah membantu sesama dengan setulusnya tanpa mengharapkan ketenaran public. Dua penilaian diatas masih menjadi buah bibir para pakar politik dan hokum bangsa. Penilaian pertama belum bisa dirasakan pengaruh program kerja KPK atas kasus – kasus besar korupsi. Kasus BLBI dan Century serta Hambalang masih menunggu untuk dibungkus menuju tempat penantian penerimanya di Lembaga Pemasyarakatan.

Lalu, penilaian kedua sudah pasti terpenuhi, seakan-akan menjadi bintang artis lagi naik daun akibat maraknya pemberitaan KPK di media massa. Gerak gerik KPK selalu diwartakan oleh media seperti program gossip selebriti yang selalu hangat untuk diperhatikan.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan; kami di KPK hanya menjalankan tugas memberantas korupsi secara bersungguh-sungguh, independen dan tanpa pandang bulu.

Sebagai renungan bersama Penghargaan RMAF 2013, Apapun namanya dan komentar yang mendampinginya, seketika menjadi cambuk lecutan bagi KPK untuk bekerja lebih giat dalam mengentaskan tindak pidana korupsi di Indonesia. Besar tanggung jawab yang diemban KPK dibalik penerimaan hadiah Ramon Magsaysay Award yang sering dianggap sebagai Hadiah Nobel versi Asia.

Menurut hemat penulis, sebagai bentuk pembuktian KPK atas penghargaan yang diraihnya dan untuk menjamin KPK bekerja sesuai di rel yang benar pasca penerimaan penghargaan bergengsi ini. Maka, ada beberapa tindakan yang wajib dilakukan oleh KPK dengan segera, antara lain ;

Pertama, KPK harus meminta kepada panitia RMAF untuk mensosialisasikan sistem penilaian yang diberikan kepada KPK terkait penghargaan RMAF. Hal ini bertujuan untuk menyegarkan persepsi sebagian kalangan atas kelayakan KPK menerima hadiah RMAF. Keterbukaan panitia akan meningkatkan kepercayaan public terhadap penerima hadiah termasuk KPK.

Kedua, KPK segera melakukan press release atas pemberitaan bawaan setelah mendapatkan hadiah serta mengungkapkan kemana hasil hadiah RMAF akan dialokasikan. Mengingat yang mendapatkan hadiah adalah lembaga KPK bukan perseorangan pimpinannya. Selain itu, besarnya hadiah yang diraih oleh KPK bisa dikenakan pajak pendapatan. Aktifitas pelaporan pajak ke Dirjen Pajak akan meningkatkan krebilitas KPK dimata masyarkat. Konsep transparansi terbuka adalah dasar pelaporan hadiah RMAF tersebut.

Ketiga, KPK sebagai lembaga superbody harus bekerja keras untuk mengungkap tugas yang masih tertinggal dalam menangani kasus korupsi di Indonesia. Pekerjaan rumah KPK inilah yang sedang diperhatikan hasilnya oleh masyarakat luas. Keempat, KPK dalam jangka panjang harus mampu meraih penghargaan yang lebih tinggi dan bergengsi agar tidak mengantuk akibat kekenyangan porsi hadiah RMAF 2013. Masih banyak penghargaan menuju lembaga yang beralamat di Jln. HR Rasuna Said. Kav. C1 Kuningan Jakarta Selatan (Gedung KPK).

Terakhir, KPK dirasa tidak perlu menggubris setiap komentar miring yang ditujukan pada pekerjaannya. Karena KPK bukan lah bintang iklan yang sedang menjalani proses pengiklanan korupsi. Focus KPK adalah melaksanakan amanat Undang – Undang dan Peraturan dalam mengupayakan pencegahan serta penuntasan kasus tindak pidana korupsi di Indonesia. Targetnya jelas mengembalikan semua uang rakyat yang dikorupsi oleh oknum-oknum pemangku jabatan lembaga pemerintahan.

Penulis, media, simpatisan dan relawan maupun NGO anti korupsi dalam sisi netralitas patut mengucapkan selamat atas penghargaan RMAF 2013 yang diterima KPK. Terlebih, tidak ada do’a menolak hadiah, asal bukan termasuk klasifikasi dari gratifikasi sudah patut diterima dengan senang hati. Semoga hadiah yang masuk ke rekening KPK ini dapat dipergunakan demi peningkatan kulitas seluruh sumber daya KPK.

KPK layak memperhatikan kalimat motivasi dari milliyuner muda asal Thailand Top Ittipat untuk melecut stamina pemberantasan korupsi; “Jangan menyerah, walau apapun yang terjadi, jika kita menyerah maka habislah kita”. Terus berjuang KPK, atas penghargaannya Bravo KPK !

Oleh :
Andrian Habibi
Badan Pengurus Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Sekarang beraktifitas di Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumatera Barat.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar