Minggu, 18 Mei 2014

Jurus dan Azimat Politik

Berdoa lah dengan setulus hati kehadirat Yang Maha Kuasa, dengan penuh kerendahan hati demi impian-impian yang belum dimiliki. Impian yang terbentuk di alam mimpi. Menundukkan kepala, mengangkat tangan, berusaha mengungkapkan kalimat-kalimat penuh syair berharap yang terbaik.

Setiap harap mengharapkan akan posisi yang nyaman dan tenang. Jabatan yang tinggi plus terkenal dan memiliki kekuatan, kenyamanan dalam kas serta pasangan hidup penuh kebahagiaan. Terjadwallah Rumah TUHAN dikunjungi setiap waktu bersama iring-iringan ksatria berani kaya tak berani kalah.

Tahun ini, banyak dari insane-insan mencoba berbaik hati dan merelakan waktu mencoba menjalin silaturahmi. Bersahabat bersama senyum walau pahit seakan-akan hidup ini penuh berkah demi suatu pengharapan.
Dikatakan meluangkan waktu karena selama ini mungkin waktunya sempit dikepadatan masa.

Agar harap dan mimpinya kesampaian, segenap usaha dilakukan mulai mencoba mengetuk tiap pintu rumah, menyapa tiap manusia dan terseyum tiap kata yang terucap.

Sebagaian insane itu dipanggil dan sebut saja caleg, kependekatan dari calon legislative. Posisi yang diimpikan adalah wakil rakyat, bekerja atas nama rakyat demi kepentingan rakyat.

Prestise tinggi dimiliki jika kesampaian menjabat, mulai dari pakaian bagus, mobil mewah hingga jalan-jalan ke luar negri. Mimpi itu lah yang diupayakan menjadi kenyataan dalam bingkai kehidupan. Coretan sejarah akan menghiasi catatan hidup dan kehidupannya.

Mereka (caleg) memainkan semua peran dalam tokoh perwayangan di cerita perkampanyean pada lokasi daerah pemilihan (dapil) tersendiri.  Jurus – jurus yang dikerahkan pun merupakan jurus dunia perpolitikan, sebut saja ada 3 jurus ampuh dan sakti.

Jurus pertama adalah mendatangi setiap rakyat yang nantinya akan diwakili, baik rakyat kecil, menengah maupun atas. Walau akhirnya terbiasa dengan kalangan atas bersama negri khayangan nan penuh senyum buatan terbalut keinginan dan kepentingan.

Jurus kedua adalah jurus uang memanggil suara. Jurus ini tergolong sulit dan susah dengan berbagai kemungkinan. Mungkin jurusnya mampu memanggil suara orang yang butuh duit atau malah melayang karna duitnya tidak terlalu tebal. Bahkan bisa saja jadi duit hantu, bila ditujukan pada rakyat yang sudah memilih wakilnya dari padepokan politik lain.

jurus ini membutuhkan kekuatan, waktu dan daya tahan perjuangan yang kuat. pemakai jurus diwajibkan sehat dan tak boleh sakit walau seharipun. kalau tidak, rakyat akan lari dari barisan pengguna jurus.

Hah, yang terakhir jurus yang ngeri-ngeri sedap yaitu jurus azimat bermantra pemanggil suara. Cara mendapatkannya dengan menemui sang guru atau orang pintar untuk meminta aimat politik. Mantranya susah – susah gampang, percaya tidak percaya ada juga yang meyakininya. Azimat politik ini hanya butuh segepok duit kepada sang dukun politik agar dimantrai dengan doa-doa politik.

Azimat politik ini dibawa pulang bersamaan senyum dan kebahagiaan, cukup mengikuti syarat dan tidak melanggar pantangan sang orang pintar. Maka azimat politik pun bekerja menggunakan kekuatan alam semesta nan penuh rahasia.

Kita hanya melihat mereka menggunakan jurus dengan baik, menilainya saat waktu-waktu menegangkan. Hanya butuh 5 menit dari pribadi-pribadi rakyat untuk menentukan pilihan dan nasib setiap jurus.

https://www.facebook.com/notes/andrian-habibi-hasibuan/jurus-dan-azimat-politik/10152574356134778
Share:

0 komentar:

Posting Komentar