Rabu, 21 Mei 2014

LANGKAH AWAL PEMULA

LANGKAH PEMULA
oleh : Andrian Habibi Hasibuan


Politik merupakan ajang aktualisasi diri yang menjadi taruhan setiap mimpi para calon pemimpin di bangsa kaya raya akan sumber daya alam ini. Dari senior hingga junior di partai politik hingga pemula yang dicomot untuk menjadi calon legislatif disiapkan atau menyiapkan diri untuk menuju gedung DPR atau DPRD.


Senior partai politik, sudah biasa menjadi pemain memainkan peran berjuang di ranah poltis. Akan tetapai bagaimana dengan juniornya di parpol atau pemula yang dipaksanakan menjadi caleg, dalam berjuang untuk memperjuangkan dirinya?Menilisik ke beberapa senior partai politik yang sudah berpengalaman duduk di kursi dewan, ada beberapa strategi yang bisa kita mainkan untuk memperjuangakn diri sebagai politik pemula ;


Pertama, peralatan pertama dalam berperang adalah kesiapan diri, keluarga dan bahan-bahan informasi diri yang bisa dijual. Semuanya harus terpublikasi pribadi dengan baik dan rapi demi database pribadi. Keuntungannya adalah “sang hijau” akan mengetahui kelemahan dan kelebihan perlengkapan tempurnya.


Kedua, pemula hendaknya memiliki database seluruh keluarganya, saudara saudari, istri, suami, anak, keponakan, paman, bibi, mamak, amai, orang tua, nenek, kakek serta yang lainnya. database keluarga yang lengkap akan menunjukkan potensi pasukan (suara) pasti dalam mememangkan ujian awal perjuangan politis. Silaturahmi menjadi ajang pererat serta sosialisasi gratis yang multi keuntungan bagi pribadi caleg pemula tersebut.


Ketiga, program kerja dibagi menjadi dua bagian utama, fokuskan ke keluarga selebihnya pada sanak famili dan rekan-rekan seperjuangan. Program kerja mesti jelas persentasi kegiatannya. Akan lebih baik 60% bekerja di kekeluargaan dan 40% bekerja di wilayah daerah pemilihan. Keharmonisan antara keduanya menjadi tolak ukur keberhasilan pemula meraih satu kursi di gedung para dewan.


Keempat, sosialisasi pemula tidak diharuskan mengeluarkan dana kampanye yang besar hanya tujuan meraih simpati masyarakat calon pemilih. Pendidikan politik ke masyarakat dan bantuan untuk meraih kehidupan yang layak menjadi target kerja pemula. Uang bukan lah segalanya dalam dunia politik saat ini, walau semua aktifitas politik membutuhkan keuangan.


Kelima, pemula jangan sesekali menabur janji yang menimbulkan pengharapan besar atas dirinya menuju gedung paripurna, janji menjadi musuh bersama bagi masyarakat awan yang sudah letih dengan nyanyian janji para caleg. Pemula harus memikirkan bahasa sosialisasi yang pas dengan pengalaman kinerja pemula (database pribadi), agar memiliki kekuatan emosional bagi calon pemilihnya.


Tarakhir, pemula bisa menggunakan jaringan caleg lainnya yang sudah senior untuk meningkatkan popularitas dirinya. Sebagai contoh, jika pemula maju di DPRD, maka sandingkan dengan caleg DPRD Provinsi, Pusat, dan DPD. Hal ini minimalisasi keuangan pemula dan menumbuhkan kepercayaan masyarkat bahwa caleg memiliki jaringan untuk memperjuangkan aspirasi kehidupannya.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar