Jumat, 16 Mei 2014

LAPORAN KEGAIATAN RELAWAN DEMOKRASI SUMATERA BARAT

LAPORAN KEGAIATAN
RELAWAN DEMOKRASI SUMATERA BARAT

1.     Pengantar
Relawan Demokrasi dibentuk sebagai salah satu solusi untuk menurunkan tingkat golongan putih (golput) dan meningkatkan persentase pemilih pada pemilu 2014. Aktifitas relawan demokrasi adalah mensosialisasikan pemilu 2014 kepada masyarakat yang terdiri dari 5 segmen yaitu kelompok pemilih pemula, kelompok beragama, kelompok Perempuan, kelompok disabilitas dan kelompok masyarakat pinggiran.
Relawan demokrasi diusahakan memiliki kemampuan dalam mensosialisasikan pemilu, menjawab setiap pertanyaan masyarakat terkait pemilu dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang kesemuanya bertujuan meningkatkan pastisipasi pemilih. Setiap daerah, kelompok masyarakat serta kondisi sosial budaya mempengaruhi keberhasilan relawan dalam melaksanakan tugas sosialisasinya.
Solusinya adalah setiap relawan memahami beberapa materi sosialisasi pemilu yang diberikan. Materi sosialisasi tersebut terkait arti penting pemilu bagi masyarakat. Tahapan pemilu yang sedang berlangsung sekaligus pihak terkait dalam setiap tahapan. Jumlah partai hingga bagaimana cara memilih dan memperhatikan bentuk-bentuk pelanggaran peserta pemilu.
Selain itu Relawan harus bisa membentuk masyarakat menjadi kelompok pemilih cerdas. Kelompok ini dibina dan diberikan pendidikan pemilu terkait memberikan suaranya dengan cerdas dan bermamfaat. Harapannya kedepan masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam demokrasi dan pemilu yang akan datang.
KPU Kabupaten Solok telah membentuk tim relawan demokrasi dengan tujuan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu 2014. Tim yang sudah dibentuk diberikan pembekalan dan bahan-bahan sosialisasi agar aktifitas relawan demokrasi berjalan sesuai program KPU Kabupaten Solok.
Pada akhirnya KPU Kabupaten Solok merasa perlu melakukan bimbingan teknis dengan pihak lain untuk meningkatkan pemahaman relawan demokrasi dalam beraktifitas. Oleh karena itu, KPU Kabupaten Solok bekerja sama dengan KIPP Sumatera Barat dan Relawan Demokrasi Sumatera Barat melaksanakan bimbingan teknis untuk relawan demokrasi Kabupaten solok.
2.     Tujuan dan Target Bimbingan Teknis
1)    Tujuan Bimbingan Teknis
Bimbingan teknis ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan keahlian untuk Relawan Demokrasi Solok dalam mensosialisasikan pemilu 2014.
2)    Target Bimbingan Teknis
a)     Relawan dapat menjelaskan arti pemilu bagi masyarakat
b)    Relawan dapat menjelaskan keuntungan memilih dan kerugian tidak memilih pada 9 april 2014.
c)     Relawan dapat menjelaskan tahapan dan penyelenggara pemilu
d)    Relawan dapat menjelaskan cara memilih pada 9 april 2014
e)     Relawan dapat membuat program kerja sosialisasi pemilu 2014
f)      Relawan dapat membentuk dan membina komunitas masyarakat dalam mensosialisasikan pemilu 2014
3.     Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Bimbingan teknis dilaksanakan selama 1 (satu) hari pada Tanggal 24 Desember 2013 di Saufina Hotel Solok.
4.     Susunan Acara dan Materi Bimbingan Teknis
Susunan Acara dan Materi yang diberikan oleh Relawan demokrasi Sumatera Barat dalam Bimbingan Teknis Relawan Demokrasi Kabupaten Solok antara lain :
1)    Pendalaman Pemahaman ke-PEMILU-an.
2)    Diskusi Kelompok terkait materi, tantangan serta cara mensosialisasikan Pemilu.
3)    Presentasi Kelompok dan saran aktualisasi program.
4)    Membuat pogram dan format kerja Relawan.
Demikian lah laporan aktifitas Relawan Demokrasi Sumatera Barat dalam memberikan Bimbingan Teknis kepada Relawan Demokrasi Kabupaten Solok.
Padang, 05 Januari 2014
Relawan Demokrasi Sumatera Barat





Rahmatul Akhir Adi Putra, S.HI

Andrian Habibi, S.E
Lampiran 1 : Aktifitas Bimbingan Teknis Persession

SESSION 1 :
PENDALAMAN KE-PEMILU-AN
Sesi pertama ini, fasilitator mengarahkan peserta untuk memberikan satu pertanyaan terkait pemilu. Selanjutnya fasilitator menjelaskan jawaban dengan menggunakan bahasa dan contoh yang mudah dipahami peserta. Beberapa pertenyaan-pertanyaan yang muncul antara lain :
1.      Kualitas caleg tidak/kurang berkualitas?
Penjelasan :
Ada kewajiban parpol untuk meningkatkan kualitas recruitment calon legislatif, parpol seharusnya melakukan pendidikan politik pada caleg dan kadernya dan meningkatkan manajemen parpol.
Pemahaman bahwa pentingnya “memilih dengan cerdas”.
Seperti ; bagaimana masyarakat bisa memilih dengan kontrak politik? Agar caleg bisa mempertertanggungjawabkan pekerjaannya sebagai wakil rakyat.
Pemilih (Masyarakat) Cerdas adalah :
a.      Masyarakat harus tahu potensi daerah (tambang, ekonomi, pertanian, perdagangan, peternakan).
b.      Masyarakat tahu kebutuhannya.
c.      Masyarakat tahu kepentingan terdekat disekitarnya.
d.      Masyarakat tahu track recordnya.


2.     Pemilih sudah bosan ?
Penjelasan :
Masyarakat butuh pemenuhan kebutuhan hidup yang pada saat ini tidak “diseriusin” oleh para Wakil Rakyat dan Pemerintah. Masyarakat bosan karena mereka tidak tahu bagaimana cara memilih yang cerdas dan bagaimana membuat kontrak politik untuk meminta pertanggung jawaban atas hasil pemilu (wakil rakyat).
3.     Masyarakat kurang peduli terkait PEMILU?
Penjelasan :
Rendahnya kesadaran masyarakat atau rendahnya kepedulian terhadap pemilu. Masyarakat seharusnya tidak melihat partai atau benderanya, akan tetapi memilih orangnya (caleg). Masyarakat layak mengetahui dan mengenali track record orangnya bukan partai atau benderanya.
4.     Masyarakat kurang peduli terhadap pemimpin.
Penjelasan :
Masyarakat akan peduli kepada pemimpinnya apabila pemimpin peduli kepada masyarakatnya. Kenapa pemimpin tidak peduli selama ini karena masyarakat salah dalam cara memilihnya? Kebiasaan memilih karena partai, bendera, uang atau bantuan yang bersifat sementara. Kebutuhan sehari-hari naik tapi harga diri menurun.
5.     Golongan Putih
Golongan putih (golput) ternyata terdiri dari kalangan terpelajar atau berpendidikan tinggi. Kenapa Golput??? Golput merasa tidak memiliki arti penting dalam pemilu. Sebuah pembenaran untuk mengakui bahwa mereka membiarkan orang yang tidak berkualitas untuk menjadi Wakil Rakyat.
Golput juga terjadi karena TPS kurang menarik perhatiannya. Hal ini membutuhkan kreatifitas dalam menyemarakkan TPS saat pemungutan dan penghitungan suara.
Contoh : KPPS menggunakan pakaian adat saat pemungutan dan penghitungan suara atau menyediakan pagelaran seni saat masa tunggu bagi pemilih untuk memilih.
6.     Tidak bisa memilih karena tidak ada surat panggilan
Penjelasan :
Masyarakat tidak pernah mendapatkan suarat undangan untuk memilih. KPU hanya memberikan surat pemberitahuan untuk memilih pada 9 april sesuai keberadaan TPS.
Seandainya kartu memilih tidak ada, sesuai dengan peraturan PKPU, setiap tanda pengenal yang memberikan penjelasan akan pribadi dapat digunakan untuk memilih di TPS di sekitar tempatnya tinggal.
7.     TPS Khusus
Penjelasan :
Masyarakat terkadang memiliki keterbatasan waktu dan ruang dalam melaksanakan haknya untuk memilih. Seperti di Rumah Sakit, Pasar atau tempat umum lainnya yang memang berpotensi menggunakan waktu para pemilih saat hari pemilihan. KPU Kabupaten Solok diperbolehkan untuk membuka TPS khusus yangmasyarakat yang memiliki keterbatasan untuk memilih karena hal-hal tersebut diatas.


8.     Terjadi Pelanggaran Pemilu
Dalam sistem penyelenggaraan pemilu Indonesia selain ada KPU RI, KPU Prov, KPU Kab/Kota, PPK, PPS dan KPPS. Penyelenggara yang lain Bawaslu, Bawaslu Prov, Panwaslu Kab/Kota, Panwascam, PPL dan Mitra Pengawas.
Mitra Pengawas direkrut oleh Panwascam untuk ditugaskan ke setiap TPS. DKPP sebagai lembaga kehormatan untuk mengawasi aktifitas KPU dan Bawaslu/Panwaslu secara keseluruhan.

Session II :
Diskusi Kelompok
Kelompok I               : Materi-Materi Sosialisasi Pemilu 2014
Kelompok II             : Masalah dalam Sosialisasi Pemilu 2014 dan Segmentasi Masyarakat Tujuan Sosialisasi Pemilu 2014
Kelompok III            : Metode, Cara, Program Kerja Sosialisasi Pemilu 2014

Session III :
Presentasi Kelompok
Kelompok I : Materi Sosialisasi Pemilu 2014
5 W + 1 H ;
What              : Apa itu Pemilu
Who                : Siapa Pemilih dan Siapa yang akan dipilih dalam Pemilu
Where            : Dimana Memilih
When             : Kapan Memilih
Why                : Kenapa Memilih
How                : Bagaimana cara Memilih
Tambahan     :
1.      Arti Penting Pemilu
2.      Undang-Undang dan Peraturan Pemilu
3.      Contoh Surat Suara dan Cara Mencoblos
Kritik - Saran dari Kelompok Lain :
1.      Bapak Roni : “Program 5 W + 1 H masih tergambar dalam bentuk metode, belum disampaikan materi sosialisasinya dan Teknis Penyampaian Informasi Sosialisasi Pemilu 2014”
2.      Bapak Yoni : “Kenapa harus memilih, adalah pertanyaan masyarakat kepada Relasi, dengan latar belakang yang berbeda (pendidikan, ekonomi, sosial dll) Relasi. Bagaimana cara menjelaskan kepada masyarakat”
3.      Bapak Gebby : “Materi Pemahaman ke-Pemilu-an kepada Relasi dan Pendalaman Relasi”
4.      Bapak Roni : jawaban atas tambahan dari Bapak Gebby bahwa “KPU Kab. Solok sudah melaksanakan Bimtek dan diharapankan kreatifitas dari Relasi”




Kelompok II :
Masalah-Masalah dalam Melaksanakan Sosialisasi dan Segmentasi Masyarakat mana dilakukan Sosialisasi Pemilu 2014
Masalah         :
1.      Sarana / Media Informasi tidak memadai.
2.      Kurangnya ruang kelompok Agama dalam mensosialisasikan pemilu 2014.
3.      Antipati masyarakat terhadap Pemimpin.
4.      Minimnya akses masyarakat terhadap informasi Pemilu.
5.      Kesadaran masyarakat yang kurang akan pentingnya Pemilu.
Kelompok Masyarakat yang dilibatkan dalam Sosialisasi Pemilu 2014 :
1.      Masyarakat Pemilih Pemula, example : Pelajar SMA / SMK / MA / STM sederajat dan Mahasiswa.
2.      Kelompok masyarakat yang tempat tinggalnya di pinggiran / pedalaman / perbatasan  yang akses jalannya sulit ditempuh oleh kendaraan.
3.      Kelompok Agama (Da’i dam Yasinan).
4.      Kelompok Ibu-Ibu (PKK dan Kelompok Arisan).
5.      Kelompok Masyarakat pendatang (Kelompok masyarakat batak / mandailing dan kelompok masyarakat jawa).
6.      Kelompok masyarakat Karang Taruna.
Saran / Tambahan dari kelompok lain :
1.      Belum mewakili semua permasalahan yang dihadapi Relasi. Da’i diganti dengan majelis taqlim (remaja mesjid, bmt dll). Yasinan dimasukkan dalam kelompok ibu-ibu. Mohon dilibatkan juga kelompok PNPM dan PPPIP.
Kelompok III : Metode, Cara dan Alat Sosialisasi Pemilu 2014
No
Metode
Kegiatan
Alat
1
Ceramah
1.      Dakwah di Mesjid
2.      Pertemuan kerapatan Adat
3.      Wirid yasinan
4.      Silaturahmi osis dan BEM
5.      Pertemuan kelompok tani
6.      Majelis tungku tigo sajarangan
1.      Sound system
2.      Infocus
3.      Kertas koran
4.      Alat peraga
5.      Brosur
6.      Selebaran
7.      Spanduk
2
Diskusi
1.      Diskusi lepas (warung, patar, pos ronda, sekolah, kampus dll).
2.      Diskusi terbuka
1.      Brosur
2.      Contoh surat suara
3
Simulasi
1.      Peragaan tata cara pencoblosan yang baik dan benar.
1.      Contoh surat suara
2.      Paku
4
Perlombaan
Thema “ Peduli Pemilu 2014”
1.      Cerdas cermat
2.      Pidato
3.      Jalan cepat
4.      Memasak
5.      Dll

5
Media sosial / jejaring sosial
1.      Groub Facebook
2.      Twitter
3.      Blog
4.      BBM
1.      Laptop
2.      Komputer
3.      Handphone
4.      Akses Internet
6
Pembentukan komunitas


Kritik – Saran dari kelompok lain :
1.      Membuat film/vidio tentang pemilu
2.      Komunitas jejaring sosial, komunitas tari, moge, speda, motor sport, seni budaya, sastra dll.
3.      Masyarakat lebih banyak mendengarkan Radio, ada 7 stasiun radio di Solok. Media radio bisa sebagai alat sosialisasi Pemilu 2014.
4.      Cara yang lebih efektif dan efisien
5.      Relasi harus bersinergi untuk membuat RKTL (rancangan kerja dan tindak lanjut)
Tambahan dari KPU Kabupaten Solok :
1.      Sosialisasi Pemilu 2014 membutuhkan dana.
2.      Kreatifitas Relasi dibutuhkan untuk mensukseskan sosialisasi Pemilu 2014.
Tambahan dari Relasi Sumbar :
Vidio HP durasi 3 menit menanyakan :
Relasi : Bapak Ibu tahu 9 april 2014 ?
A         : Ya atau Tidak
Bila ya
Relasi : Bapak Ikut memilih ?
A         : ya atau tidak
Bila ya
-         Selanjutnya kreatifitas Relasi, bila jawaban tidak tugas Relasi menjelaskan. Vidio dikirim ke KPU Kab. Solok untuk ditranfer ke KPU Provinsi Sumbar dalam pembuatan Vidio Pemilu Sumbar yang akan di upload di youtube.














Lampiran 2 : Foto-Foto Kegiatan Bimbingan Teknis Relawan Demokrasi Kabupaten Solok
https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/v/1458771_722441847768074_633939282_n.jpg?oh=ffda3c6cdb8635af08fd259e79f525d1&oe=52CBBBBE&__gda__=1389101522_fb9259ccb1248b6767a70f3d8f823628
                                         

Share:

0 komentar:

Posting Komentar