Minggu, 18 Mei 2014

PASAR SURGAWI KOTAPADANG

PASAR SURGAWI KOTAPADANG
Oleh Andrian Habibi

Menilisik jauh kedalam pasar raya, tersimpan senyumdalam sebidang wajah yang menantikan kehangatan sentuhan sang penguasa.Pemimpin sederhana, sopan dan santun serta tegas juga mewakafkan waktunya untukrakyat sedang ditunggu-tunggu. Me-lebay dalam bahasa seakan benar-benarmengharapkan kehadiran jokowi untuk bertahan sedikit lebih lama di kota ini.

Jokowi adalah sang penguasa ibukota penuhkesederhanaan meluluhkan setiap hati keras dan merubahnya dalam cahaya impianmenjadikan penataan lokasi perdagangan yang indah. Lalu dari kajauhan malambaitangan sebanyak 20 pasang memastikan tanda kehadirannya di alun-alunperdagangan kota. Sungguh pertunjukkan dari 10 pasangan calon penguasa negeriantah berantah dalam balutan hukum adat yang mengikat.

Siapapun yang hadir dari setiap pasangan tersebut didaerah teramai di kota ini, biasanya disebut pasar. Timbal baliknya adalahpengakuan terhadap mereka yang meneteskan keringat demi sesuap nasi jugapendidikan anak-anaknya. Mereka juga sering disorakin dengan nama pedagang,baik pedagang yang memiliki rezeki untuk mencari nafkah di sebuah ruangan dalambangunan diberi nama petak pertokoan maupun yang berada dipinggiran jalanmeramaikan lalu lintas.

Laki-laki maupun wanitra penuh sumpek di daerahbernama pasar ini, beraktifitas mengeluarkan suara merdu mendayu-dayumempromosikan dagangannya. Ada juga yang menguncurkan keringat sebagai peringankerja pedagang menukar kekuatan otot dengan beberapa lembar rupiah. Majemukbersatu dari berbagai suku, budaya, agama serta jenjang pendidikan tanpa batasusia yang memisahkan.

Semua tersusun dalam bingkai tata bangunan aneh penuhmakna perjuangan. Pengunjung tidak akan pernah menduga bahwa dahulu keramaianini pernah heboh akan teriakan dan tangisan akibat ujian Tuhan bernama gempa.Hoyakannya merobohkan sebahagian bangunan dan menjanjikan getaran bumi. Butuhwaktu sekian lama bagi para pekerja keras kembali meramaikan pasar denganmotivasi perubahan dalam sanubarinya.

Cerita saat ini yang dikisahkan oleh penyelenggarapemilahan umum (pemilu) bernama komisi pemilihan umum yang lebih beken dengannama panggilan KPU. Merencanakan perjalanan setiap hari di daerah bernama pasarini dan di seluruh penjuru kota, untuk beberapa masa belakang mendapatkankeresahan dan kegelisahan dibalik susunan puzzel siapa kah pemimpin pecintapasar.

Mereka mungkin sedikit terlupa bahwa sekarang lagibooming dan hangat perasaan  terserangpenyakit jantung dibuktikan oleh diagnosa pribadi karena dada berdebar-debarpara pekerja keras penjual dan penjaja jasa otot di pasar. Hari berganti minggudan minggu berganti bulan, debaran di dada mereka semakin kencang.
Isu digantikan berita dimanjakan informasi membludakdisetiap diskusi yang berusaha menjelaskan sosok demi sosok calon penguasanagari. Akan kah 10 pasangan calon penguasa datang untuk berbelanja mengeluarkansedikit lembaran rupiah untuk mengganti barang belanjaannya atau hanya berusahamanampak an muka nan janiah sarato hatinan suci sebelum pemilihan mereka.

Siapa pun pemilik dada berdebar tidak mampumenganalisanya. Jangankan melakukan kajian terhadap semua sosok, memikirkan danmembayangkannya saja sudah memecah konsentrasi pedagang menjual dagangannya. Pedagangini malah takut akan issu ketiga yaitu pemindahan secara halus untuk mencarinafkah ke lokasi lain. Jika itu yang terjadi, sudah dipastikan akan banyak yangjantungan atau minimal gejala-gejalanya yang muncul secara perlahan akibatkenaikan suhu emosi mengingat nasib tangisan keturunannya yang diharapkanmenjaganya kelak setelah dewasa disaat mereka tua.

Satu per satu pasangan bermuka ceria datang denganmembawa impian akan kehidupan indah menuju pasar surgawi. Para punggawapasangan membawa lukisan indah untuk dipertontonkan ke setiap mata-mata penuhharap. Pasar yang berudara sejuk dengan wewangian yang menyerbak dengan susunanbangunan bernilai seni tinggi dihiasi dengan kolam air mancur ditengah-tengahdikelilingi taman bunga dan pepohonan rindang yang dedaunannya diterbangi anginsetiap saat.

Hayalan atau kenyataan, pastinya mereka akan bertambahserius untuk menjaga harta-hartanya di pasar tersebut. Siang malam dilaluidengan pergantian tim penjaga kekayaan pedagang kota bernuansa tradisional.Mimpi atau impian, setiap janji dibalas dengan aktifitas lebih fokus di setiapsisi pasar. Senyum di awal dan tegang di tengah-tengah hingga was-was di akhircerita.

Itu lah rutinitas pedagang bersua pungguwa penyuksesipara pasangan walau dengan paparan lukisan pasar surgawinya. Kekuatan penuhakan dilakukan untuk memebnahi pasar yang unik saat ini menuju pasar surgawitradisional masa datang. Butuh tangan dingin pemimpin untuk memastikan terlaksananyatatanan kota dengan pasar surgawi sebagai pusat keindahannya.

Paku atau pena ditangan basah berkeringan denganbenjolan luka hasil dari mengangkat atau memindahkan barang dipasar akanmenentukan nasib 20 kandiat kaisar kota ini. Tulisan atau coblosan menyentuhdengan perlahan kulit kertas bergambar menetapkan keberlangsungan impian pasarsurgawi 5 tahun kedepan. Detik demi detik mencatatkan kisah-kisah perjuanganmereka menjaring massa demi sebuah kata bernama kemengan.
Tangan-tangan kecil menulis surat kasih dan penuhsayang kepada calon penguasa untuk memperindah pasar dengan tidak mengusirorang tua mereka yang sedang mengais secuil rezeki. Harap dan damba dilantunkandengan merdu sembari tetap menulis agar bangunan direnovasi bukan diruntuhkan.

Bermohonlah malaikat-malaikat kecil nan lugu tandatahu apa itu penguasa dengan untaian kata jaga pasar tempat orang tua kamibekerja, bantu orang tua kami tetap berdagang jangan dipindahkan atau diusir.Hanya harapan akan pasar surgawi yang kami pinta dengan keikhlasan tanpa bebandan permainan uang juga politik. Tertutuplah lembaran kertas dari sobekantengah buku tulis dengan dibubuhi tetesan airmata penuh keyakinan akandatangnya pemimpin cinta pasar.

minggu, 01 September 2013
Andrian Habibi
Penulis adalah Alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)Yayasan Pendidikan Pasaman (YAPPAS) Lubuksikaping, tergabung dalamKomite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) yangberaktifitas di Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi ManusiaIndonesia (PBHI) Sumantera Barat.

Catatan :
Alamat ; Jln. Belanti Barat VII, No. 101. Lolong, Padang
Share:

0 komentar:

Posting Komentar