Rabu, 21 Mei 2014

PERCAKAPAN MALAM

Malam - malam biasnaya rame akan canda tawa, akan tetapi malam ini lain... malam yang berbeda... malam yang terasa lama... malam oh malam.... tangis seorang ibu musyawarah dengan suaminya....

ibu : bagaimana sekarang
ayah : diam saja

waktu berjalan, ibu tak bisa makan, dia membuat kopi sambil terduduk meratapi nasib...

ibu : sungguh sedihnya..
ayah : hanya diam..
ibu : anak kita yang penuh harap akan pendidikannya terhenti... apa masih diam saja??

malam terus larut, angin menyentuh tiap dinding rumah kontrakan itu.. tak hentinya ibu itu meneguk kopi hingga habis sambil meneteskan airmata... sekuat tenaga agar tidak bersuara..

ibu : mereka bilang dia pantas untuk memilih jalan hidupnya dengan melanjutkan pendidikan... dahulu aku melarangnya pergi jauh, karena takut dia tak bisa bertahan di negeri orang.. di dunia perkotaan yg penuh rintangan dan hambatan..

ayah : tertunduk..

dengan tabah ibu melanjutkan ceritanya tanpa memperhatikan dan memerlukan tanggapan..

ibu : biarlah.... dia biasanya akan tersenyum dan berusaha menyenangkan hati kita... biasanya dia akan merayu... mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.. masih ada kesempatan lain.. dan kita hanya bisa pura-pura tertawa dengan gombalannya... putra pertama yang dahulu hampir tidak memiliki harapan untuk hidup... dia, aku lahirkan dengan bulan yg tak penuh... tanpa biaya, dia ku pansasin agar hangat tubuhnya dengan ramuan rempah-rempah... hidup saja sudah sukur bagiku... tapi ternyata untuk beberapa kali, dia membuat kita bangga.. semoga benar akan da kesempatan lain untuknya dan mimpi-mimpinya...

malam pun mulai melantunkan musik gabungan suara jangkrik, hembusan angin malam serta rintihan tangis sang langit yang menyentuh atap kontrakan.. ayah tetap diam dan tak bisa menutupkan matanya untuk malam itu.. terasa lama waktu pagi mengahmpiri...
Share:

0 komentar:

Posting Komentar