Senin, 24 November 2014

PEMENUHAN HAK-HAK AZASI MANUSIA

PEMENUHAN HAK-HAK AZASI MANUSIA MELALUI PENDIDIKAN HAM DASAR
PBHI SUMBAR
Pendidikan HAM Dasar PBHI sumbar telah dilaksanakan pada tanggal 21 -23 November 2014 di Balai Pelestarian sejarah Kota Padang. Pendidikan HAM Dasar adalah program amanah Muswil PBHI Sumatera Barat.
sekaligus proses recruitment calon anggota PBHI Sumatera Barat yang nantinya akan membantu kerja-kerja PBHI dalam mengadvokasi baik dibidang Hak – Hak Sipil dan Politik (SIPOL) maupun Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (EKOSOB) di sumatera barat.
Pendidikan HAM Dasar PBHI Sumbar mengupayakan para calon pekerja dan penggiat HAM memahami sejarah dan prinsip dasar HAM, Hak-Hak SIPOL dan EKOSOB, Strategi Advokasi Masyarakat agar dapat mengingatkan Negara untuk selalu memajukan, menegakkan dan menghormati HAM.
Pendidikan HAM Dasar ini dilaksanakan oleh panitia kecil yang terdiri dari Febri Rez, Awaluddin dan Andi Saputra. Febri Rez mengungkapkan bahwa “Bukan sedikitnya yang menjadi subtansi tapi semangat mereka akan pengambilalihan estafet pergerakan aktifis HAM yang patut diapresiasi”.
Peserta Pendidikan HAM Dasar kali ini berjumlah 18 peserta yang berasal dari mahasiswa UBH, Unand, IAIN IB, STIH Padang, Politeknik Payakumbuh, dan Pemagang di PBHI Sumatera Barat.
Fasilitator Pendidikan HAM Dasar PBHI Sumbar antara lain Samaratul Fuad (Advokad), Suharyati (Pendamping Pedagang dan PKL Pasar Raya Kota Padang), Firdaus (Ketua BPW PBHI Sumbar, Peneliti dan Dosen STKIP PGRI Sumbar), Khairul Fahmi (Peneliti Pusako dan Dosen HTN FH Unand), M. Fauzan Azim (Advokad dan Dosen Syari’ah IAIN IB), Wengki Purwanto, Yoni Chandra, Hafif Waldi dan Anggota PBHI Sumbar lainnya.
Firdaus mengungkapkan bahwa perjuangan penegakan HAM di Sumatera Barat membutuhkan energy muda dan berkelanjutan agar selalu mengingatkan Negara dalam penegakan, pemenuhan dan pemajuan HAM.
Uni AN (Suharyati) menambahkan bahwa advokasi HAM tidak akan berhenti hingga Prinsip-Prinsip Dasar HAM dapat dilaksanakan secara penuh. Sumbar sendiri masih memperjuangkan advokasi EKOSOB pada pedagang pasar raya kota padang korban gempa 30 september 2009.
Kahirul Fahmi sebagai Peneliti, Penggiat HAM dan sekaligus Doesn di FH Unand menjelaskan bahwa kalau ada yang melanggar hak-hak yang diakui oleh konstitusi maka itu termasuk pelanggaran HAM. Harus dipahami bahwa Hukum merupakan instrument untuk memajukan, menegakkan dan menghormati HAM.
M. Fauzan Azim menguatkan menurut Teori Perjanjian bahwa konstitusi adalah dokumen tertinggi berupa perjanjian antara Negara dengan warga Negara. Maka setiap warga Negara harus selalu mengingatkan Negara bersama pemerintahan untuk selalu memenuhi hak-hak dasar manusia yang termuat dalam konstitusi.
Samaratul fuad sebagai pengacara yang juga selalu intens dalam kegiatan advokasi memberikan keynote mengapa melakukan advokasi HAM ? karna hingga sekarang Negara belum memenuhi secara penuh kontrak sosialnya dengan warga negaranya yang termaktub dalam Alenia ke-IV Pembukaan UUD 1945.

Dari semua penguatan oleh fasilitator terlihat bahwa Penyelenggaraan Pendidikan HAM Dasar oleh PBHI Sumbar tergolong sukses. Agenda ini akan terus dilaksanakan demi memperkuat dan menambah jaringan dalam advokasi masyarakat khususnya diwilayah sumatera barat.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar