Senin, 15 Juni 2015

JURUS & AZIMAT KONSTESTAN PILKADA

JURUS & AZIMAT KONSTESTAN PILKADA
Oleh Andrian Habibi

Berdoa lah dengan setulus hati kehadirat Yang Maha Kuasa atas pengesahan UU Perppu sebagai ganti perppu no. 1 tahun 2014. Berdoa dengan penuh kerendahan hati demi impian-impian yang belum dimiliki. Impian yang terbentuk di alam mimpi. Menundukkan kepala, mengangkat tangan, berusaha mengungkapkan kalimat-kalimat penuh syair berharap yang terbaik.

Setiap harap mengharapkan akan posisi yang nyaman dan tenang. Jabatan yang tinggi plus terkenal dan memiliki kekuatan, kenyamanan dalam kas serta pasangan hidup penuh kebahagiaan. Terjawablah Rumah TUHAN dikunjungi setiap waktu bersama iring-iringan ksatria berani kaya tak berani kalah. Kandidat calon kepala daerah menyiapkan waktu untuk berganti hari mengunjungi setiap rumah Tuhan. Bentuknya nyata perbuatan mengadu hasrat atau sekedar promosi diri sebagai insan yang taat.

Pada Tahun Politik khusunya tahapan pilkada, banyak dari insan-insan mencoba berbaik hati dan merelakan waktu mencoba menjalin silaturahmi. Bersahabat bersama senyum walau pahit seakan-akan hidup ini penuh berkah demi suatu pengharapan. Bakal calon kepala daerah menggunakan kekuatan luar bernama lembaga survei untuk melihat efektifitas dan efisiensi silaturahmi yang telah dibangun. Tujuannya sangat jelas, meraih popularitas mengamankan nilai demi kelolosannya di uji publik sesuai amanat pasal 38 ayat (2) UU Perppu.

Dikatakan meluangkan waktu karena selama ini mungkin waktunya sempit dikepadatan masa. Agar harap dan mimpinya kesampaian, segenap usaha dilakukan mulai mencoba mengetuk tiap pintu rumah, menyapa tiap manusia dan terseyum dalam kata yang terucap. Rumusnya adalah satu rumah sekian suara sejumlah dana bersama meraih kepastian angka dalam penghitungan suara pilkada serentak 2015.

Sebagian insane itu dipanggil dan sebut saja cakada , kependekatan dari calon calon kepala daerah. Posisi yang diimpikan adalah gubernur, bupati dan walikota, bekerja atas nama rakyat demi kepentingan rakyat. Pemimpin di tingkat daerah sebagai perwakilan pemerintah untuk menjamin otonomi daerah terlaksana dan mencapai target.

Prestise tinggi dimiliki jika kesampaian menjabat, mulai dari pakaian bagus, mobil mewah hingga jalan-jalan ke luar negri. Mimpi itu lah yang diupayakan menjadi kenyataan dalam bingkai kehidupan. Coretan sejarah akan menghiasi catatan hidup dan kehidupannya. Cakada yang sukses menjadi kada (kepala daerah) akan disanjung setinggi langit dipuji seluas samudra dengan bahasa merendah untuk mengamankan proyek atas tender.

Mereka, cakada, memainkan semua peran dalam tokoh perwayangan di cerita perkampanyean pada lokasi daerah pemilihan (dapil) tersendiri.  Setiap dapil memiliki situasi, kondisi masyarakat dan budaya yang berbeda dalam berkomunikasi maupun menjalani kehidupannya. Jurus – jurus yang dikerahkan pun merupakan jurus dunia perpolitikan, sebut saja ada 3 jurus ampuh dan sakti.

Jurus pertama adalah mendatangi setiap rakyat yang nantinya akan diwakili, baik rakyat kecil, menengah maupun atas. Walau akhirnya terbiasa dengan kalangan atas bersama negri khayangan nan penuh senyum buatan terbalut keinginan dan kepentingan. komunikasi politik disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan pekerjaan rakyat di daerah tertentu. Komunikasi dengan pemilih pemula berbahasa gaul dan humoris, berbalas pantun serta menyenangkan hati hingga timbul simpati. Komunikasi politik dengan mahasiswa ataupun alumnus perguruan tinggi dengan cara orasi dan diskusi berujung solusi dan janji perubahan atau pemaikaian tenaga mereka paska terpilih. Komunikasi dengan masyarakat umum ini lebih hati-hati, tidak boleh menyinggung hingga meninggalkan bekas luka di hati. Jika salah bicara akan muncul lagu “sakitnya tuch disini” dan kehilangan kesempatan maruap suara untuk dipilih.

Jurus kedua adalah jurus uang memanggil suara. Jurus ini tergolong sulit dan susah dengan berbagai kemungkinan. Mungkin jurusnya mampu memanggil suara orang yang butuh duit atau malah melayang karna duitnya tidak terlalu tebal. Bahkan bisa saja jadi duit hantu, bila ditujukan pada rakyat yang sudah memilih wakilnya dari padepokan politik lain. jurus ini membutuhkan kekuatan, waktu dan daya tahan perjuangan yang kuat. pemakai jurus diwajibkan sehat dan tak boleh sakit walau seharipun. kalau tidak, rakyat akan lari dari barisan pengguna jurus. Penggunaan jurus uang pemanggil suara ini juga harus serba hati-hati penuh pertimbangan jangan sampai suara terbeli berujung di pengadilan sengketa pilkada. Sudah lah menang, digagalkan oleh vonis hakim dan berujung pada pidana pemilu. Maka bersedialah “mondok” gratis di balik jeruji penuh penyesalan bersama rekan-rekan ‘terpidana’.

Hah, yang terakhir jurus yang ngeri-ngeri sedap yaitu jurus azimat bermantra pemanggil suara. Cara mendapatkannya dengan menemui sang guru atau orang pintar untuk meminta aimat politik. Mantranya susah – susah gampang, percaya tidak percaya ada juga yang meyakininya. Azimat politik ini hanya butuh segepok duit kepada sang dukun politik agar dimantrai dengan doa-doa politik. Azimat politik ini dibawa pulang bersamaan senyum dan kebahagiaan, cukup mengikuti syarat dan tidak melanggar pantangan sang orang pintar. Maka azimat politik pun bekerja menggunakan kekuatan alam semesta nan penuh rahasia.
Kita hanya melihat mereka menggunakan jurus dengan baik, menilainya saat waktu-waktu menegangkan. Hanya butuh 5 menit dari pribadi-pribadi rakyat untuk menentukan pilihan dan nasib setiap jurus. Sedangkan Cakada akan menyiapkan mesin politiknya yang terbagi dari 2 tim, saksi dan penghitung cepat. Saksi bertugas mengawasi jalur pemungutan hingga penghitungan suara. Penghitung cepat bertugas menyiapkan alat komunikasi untuk menyampaikan jumlah suara seketika penghitungan suara selesai.

Andrian Habibi
Beraktifitas di Badan Koordinasi Himpunan mahasiswa Islam (Badko HmI) Sumatera Barat, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumatera Barat, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sumatera Barat



Jln. Belanti Barat VII, No. 101, RT 06, RW 04, Kelurahan Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.
Email : andrianhabibi@gmail.com, No. HP : 085364472778


Share:

0 komentar:

Posting Komentar