Minggu, 14 Juni 2015

Puasaku, Pusamu, Puasa Kita

Puasaku, Pusamu, Puasa Kita

waktu tak terasa, detik, menit menuju jam
hari-hari berganti minggu dan bulan
ramadhan kali ini indah penu
h warna
ramadhan membuka semua tabir

langit tetap diatas
menaungi setiap kisah
lautan saling menyentuh
semua berbagi cerita

hutan dan alam bernyanyi
ranting atau daun yang dirayu angin
atau bambu-bambu yang bergoyang
kemerduannya menjelaskan yg tak terlihat

sekian lama kayu bertahan
menopang bangunan gubuk tua
harus diperbaiki ohh atau direnovasi
tangan-tangan pemahat memperbaiki

yaa ramadahan telah membuktikan
setiap coretan kehidupan terbuka
tulisan salah terkadang terhapus
atau membekas tak merubah makna

ntah lah waktu masih berpihak
sejarah selalu menjadi dogengan
antar generasi melalui mulut dan telinga
membingkai kenangan

gaung berita sebulan menyiarkan
pendengar merajut kenyataan
menjaga langkah berjalan
pelangi tetap indah karna bauran warna

maafkan jika ku mewarnai langit
hitam menakutkan berteman kabar penakut kilat dan petir
maafkan gemuruh ombak yang menjauhkan pantai dari nelayan
sungguh kesederhanaan ini tidak cukup mencerahkan dunia kalian

marhaban ya ramadhan
mohon maaf lahir bathin
Share:

0 komentar:

Posting Komentar