Senin, 15 Juni 2015

SANG PENGADIL PARIPURNA

SANG PENGADIL PARIPURNA
Oleh Andrian Habibi
Ketua Badko HMI Sumbar dan Pemagang di PBHI Sumatera Barat

……. Hakim selalu dituntut untuk selalu berprilaku yang berbudi perkerti luhur. Hakim yang berbudi pekerti luhur dapat menunjukkan bahwa profesi hakim adalah suatu kemuliaan officium nobile. (Kode Etik dan Pedoman Prilaku Hakim)
Kutipan kalimat diatas merupakan kalimat sakti sekaligus pengingat bagi para pengadil yang disampaikan pada Kuliah Hukum Kode Etik dan Pedoman Prilaku Hakim oleh Dr. Suparman Marzuki, S.H, M.Si selaku Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia, diselenggerakan oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Fakultas Hukum Universitas Andalas. Kuliah umum ini bagian dari program Klinik Hukum Fakultas Unand yang akan dilaksanakan selama 6 bulan hingga bulan november 2015.

Program khusus yang patut diapresiasi karena hanya 6 fakultas hukum se-Indonesia yang bekerja sama dengan KY dan hanya ada 2 fakultas hukum di luar jawa, yaitu FH Unand padang dan FH Unhas Makassar. Tujuannya agar terbinanya calon praktisi hukum yang berkualitas dan berintegritas serta berkedaulatan demi mencapai keadilan yang memihak terhadap masyarakat berkeadilan dan kemakmuran yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa.

I Gede Palguna, Ketua Mahkamah Konstitusi RI berujar “Mungkin benar bahwa tanpa demokrasi dan rule of law suatu bangsa bisa menikmati kemakmuran, tetapi adalah juga benar bahwa tanpa demokrasi dan rule of law suatu bangsa sudah pasti tidak menikmati keadilan”. Pandangan ini menekankan hubungan demokrasi, aturan hukum, kemakmuran dan keadialan saling terikat.

Proses hukum, apapun kasus yang dipersoalkan akan bermuara di ruang pengadilan, baik itu pengadilan negeri, agama maupun tipikor. Ruang kecil pemutus nasib antar pihak yang bersengketa mempertemukan antara para pihak, kuasa hukum, jaksa dan sang pengadil. Sang pengadil ini lah yang mengakhiri segenap proses hukum di peradilan dengan putusannya.

Sang Pengadil
Sang Pengadil, berperan sebagai wakil Tuhan untuk menyelesaikan semua perkara hidup manusia dinilai penting untuk menjaga marwah putusan. Menjaga etik dan profesional hakim. Karena posisinya sebagai wakil Tuhan pulalah, Sang Pengadil dipanggil dengan sebutan “Yang Mulia Hakim”. Satu-satunya profesi di dunia yang dipanggil dengan sebutan Yang Mulia dan menjadikannya sebagai officium nobile.

Akan tetapi, namanya hidup, ujian dan rintangan juga menghampiri sang pengadil paripurna. Persoalan gaji yang masih belum memadai untuk menghidupi dan mengurangi operasional kerja, anggaran persidangan ditempat, rumah dinas untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan kerja, kesiapan berhadapan dengan teknologi untuk meng-upgrade wawasannya serta kemauan menambah ilmu pengetahun sebagai dasar menciptakan penemuan hukum.

Persoalan ini masih diperparah dengan upaya perlawanan salah seorang hakim kepada KY dan aktifis akibat tidak terima putusannya didiskusikan, dieksaminasi atau dijadikan bahan demontrasi. Persoalan ini menjadi warna baru dalam dunia hukum Indonesia. Selain masalah internal, kurangnya minat alumni  dan mahasiswa hukum untuk menjadi calon hakim juga berpengaruh kepada regenerasi sang pengadil.

Oleh karena itu, demi menjaga kemuliaan sang pengadil lah dibentuk kode etik hakim untuk mengupayakan self defence kehidupan kesehariannya. Sang pengadil mesti memahami dilema kehidupan dan tuntutan masyarakat atas keadilan akan dihadapi dengan selalu keagungan officium nobile. Sang pengadil, yang mulia dan wakil Tuhan  adalah penemu, pemikir sekaligus penegak hukum dalam memeriksa, mengadili dan memustuskan perkara (pidana maupun pidana).

Etika dan Prilaku Sang Pengadil
Ketentuan ini termaktub dalam Keputusan Bersama Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Komisi Yudisial RI, dengan Nomor : 047/KMA/SKB/IV/2009, 02/SKB/P.KY/IV/2009 tetang Kode Etik dan Pedoman Prilaku Hakim, ditetapkan di jakarta pada tanggal 8 april 2009 serta ditandatangi oleh M. Busyiro Muqaddas, SH, M.Hum sebagai Ketua KY dan Dr. Harifin A. Tumpa, SH, MH selaku ketua MA.

Prinsip-prinsip dasar kode etik dan pedoman prilaku hakim diimplementasikan dalam 10 (sepuluh) aturan prilaku sebagai berikut : (1) berprilaku adil; (2) berprilaku jujur; (3) berprilaku arif dan bijaksana; (4) bersikap mandiri; (5) berintegritas tinggi; (6) bertanggung jawab; (7) menjunjung tinggi harga diri; (8) berdisiplin tinggi; (9) berprilaku rendah hati; dan (10) bersikap profesional.

Sejatinya, dengan 10 aturan prilaku ini terbentuklah Sang Pengadil Paripurna. Hemat penulis, untuk menciptakan Sang Pengadil Paripurna harus melalui tahapan-tahapan kehidupan yang mendewasakan bagi calon pengadil. Tahapan ini tersistematis melalui program, salah satunya Klinik Hukum oleh FH Unand, atau dengan membuat Pelatihan khusus untuk menjadi hakim selama beberapa bulan yang lebih mengedepankan pada pemahaman dan profesionalitas hakim.

Pendidikan Khusus Profesi Hakim yang disingkat dengan PKPH akan dipantau langsung oleh MA, KY dan MK secara bersamaan. Pemantauan ini akan disampaikan kepada publik dalam bentuk pengumuman dan laporan bagi pemerintah serta elit politik. Harapannya, laporan ini memuat suksesi 10 kode etik dan prilaku sang pengadil dengan tidak melupakan nilai pendalaman pengetahuan berbasis pengalaman memutuskan perkara.

Akhirnya, alumni PKPH di uji dalam UKH atau Ujian Khusus Hakim, ujian ini dengan menggunakan tiga penilaian, pertama penialaian inteklualitas dan tertib administrasi, kedua penilaian masyarakat dan ketiga penilaian oleh MA, KY dan MK. Setelah itu, penempatan lulusan UKH disepakati secara bekerja sama dengan MA, KY dan MK. Muara semua program jangka panjang tersebut adalah untuk menciptakan Sang Pengadil Paripurna di seluruh wilayah peradilan se-Indonesia.


Oleh Andrian Habibi,
Penulis Ketua Bidang Pembinaan Anggota Badan Koordinasi Himpunan mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumbar dan beraktifitas di lembaga Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumbar dan Komite Independen Pemantau pemilu (KIPP) Sumbar.

Penulis beralamat di Jln. Belanti Barat VII, No. 101, Kel. Lolong Belanti, Kec. Padang Utara, Kota padang. No HP : 085364472778
Share:

0 komentar:

Posting Komentar