Kamis, 11 Juni 2015

SURAT ANAS URBANINGRUM

SURAT ANAS URBANINGRUM
Oleh Andrian Habibi
Kabid PA Badko HMI Sumbar, beraktifitas di PBHI dan KIPP Sumbar

Dengan gambar wajah berwarna putih dan warna background merah pekat serta memuat tanggal layaknya ulang tahun “10 Januari 2014 – 10 januari 2015” dan 1 Tahun Penzaliman. Judul suratnya “Jangan Menyerah Untuk Mencari Keadilan”. Kita semua bisa membaca surat ini di http://suratdarianas.com/jangan-menyerah-untuk-mencari-keadilan/ ingat hanya bisa dibaca dengan menggunakan paket internet atau wifi karena memang tidak bisa di download dan tak bisa di copy paste.
Surat dari anas kali ini mengawali kisahnya “mondok” di KPK dan perdebatannya dengan suasana kebatinan atas pemaksaan proses hukum. Anas mengganggap proses hukumnya sudah tepat dan dijalankan, mulai dari ikhlas “mondok” di KPK. Anas lalu ditanyai oleh para penyidik dan akhirnya proses persidangan berlangsung dan vonis dijatuhkan.
Para saksi sudah menyajikan data, informasi, keterangan bukti yang merepresentasikan kebenaran”. Saksi berjumlah 91 orang telah bersaksi dibawah sumpah. Sumpah atas keyakinan yang diyakininya dengan menyeleraskan penyebutan sumpah dengan hati atau hanya mengucapkan sumpah tampa mengikutsertakan hati.
Tanya lah ke Nagabonar, pasti lah jawabnya “berunding ke berunding NICA masuk juga”. Kehadiran saksi hanya mengungkapkan apa yang diketahuinya seperti berunding dengan jaksa dan hakim, akan tetapi anas masuk juga. Masuk juga dalam artian memperpanjang “pemondokan anas” di KPK.
Hmmmm…. Seharusnya ada sebuah tim khusus ntah di kuasa hukum anas atau di Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) dalam mengumpulkan dan memuatkan bahkan mencetak perjalanan kisah “1 Tahun Penzaliman” ini. Terlebih disaat kehebohan terkait pimpinan KPK di laporkan, perseteruan status tersangka #BW dan #BG serta kemungkinan diskusi umum terkait status “tersangka” yang selama ini ditetapkan oleh KPK.
Sayangnya, di website suratdarianas.com saja tidak bisa kita ambil berkasnya. Hanya pledoi tulisan tangan anas yang “di-izin-kan” di download untuk dibaca oleh pembaca. Hal ini seakan ingin terbuka tapi sebahagian saja, tidak menyeluruh dengan pertimbangan si pemegang admin.
Anas Urbaningrum selama memondok di KPK termasuk aktif dalam menulis dalam melihat problematika diluar pemondokannya. Tulisan anas dititip kepada kuasa hukum untuk diketik ulang dan di up-load ke website, facebook atau twitternya @suratanas. Anas sukes mengembalikan posisi tokoh-tokoh pejuang indonesia tempoe doeloe kepada situasi yang dirasakannya.
Anas memposisikan diri sebagai tokoh muda yang berjuang melakukan apa yang baik demi bangsa dan negara. Perjuangan ini dihantam dengan isu dan konflik politik yang akhirnya dipaksa memondok. Lalu, anas menulis dan terus menulis untuk menyampaikan ide dan gagasannya terhadap dunia luar.
Anas akan menjadi tokoh yang dikenang masa dan menjadi pahlawan bagi para pendukungnya jika sukses bertahan mondok dan menulis. Biarkan politisi hukum berbicara, tapi tulisanmu takkan berhenti untuk mengungkapkan besarnya mimpimu terhadap umat dan bangsa.
Tuhan mewajibkan untuk iktiar sampai batas kemampuan” selagi malam dan siang berganti untuk menandakan perubahan waktu. Anas akan selalu berjuang menemukan keadilan, kira-kira begitulah isi suratnya. Kesabaran anas sedang diuji untuk menemukan mutiara Tuhan bernama keadilan. Akan tetapi, selain Ikhtiar juga ada takdir, melakukan segala upaya untuk kebenaran dan menerima keputusan Tuhan dengan ikhlas juga penting.
Tuhan memberikan ujian kepada hamba yang dikasihi_Nya, semakin berat ujiannya yang diterima berarti itu pertanda besarnya cinta Tuhan kepada hamba-Nya. Manusia terkadang mengeluh jikalau susah dan terlalau bahagia dikala senang. Terbiasa memvonis orang lain jika berbeda dan berlawanan secara pemikiran juga gagasan. Atau membela dengan membabi buta terkadap perorang dalam komunitasnya tanpa jernih melihat duduk persoalan yang terjadi.
Anas Urbaningrum, perlu kiranya penjernihan langsung berawal dari tanganmu untuk menggores tinta di atas kertas. Isinya adalah mengizinkan website : surat dari anas bisa di akses oleh pembaca sebagai bahan bacaan atau referensi tulisan. Tujuannya membangun persepsi bersama atas kasus yang dialami oleh anas dan menyebarkan pemikiran-pemikiran anas untuk membumi di masyarakat demi mimpinya memimpin bangsa ini 10 atau 20 tahun kedepannya.
Selanjutnya, anas juga memohon bantuan kuasa hukum dan kelompok PPI untuk mengelar diskusi-diskusi, seminar maupun aksi-aksi diseluruh wilayah. Kehebohan 1 tahun penzaliman harusnya dijaga hingga ke daerah, itupun kalau PPI wilayah tidak merasa ketakutan. Karna tidak dipungkiri punggawa PPI Wilayah ada yang ingin maju dalam pilkada 2015, hal ini bisa berdampak panjang bagi pencalonannya. Punggawa PPI lain ada yang berposisi sebagai dosen, pns, guru, pengusaha, bahkan komisioner lembaga tertentu.
Akhirnya, tulisan akan membangun opini publik secara personal berasal dari anas urbaningrum. Pertemuan (seminar/diskusi/kajian publik/eksaminasi publik) adalah proses membangun kesepahaman bersama membela anas urbaingrum dan mendukung proses hukum yang adil agar proses ini terus terpantau. Masyarakat akan beropini dan membangun kelompok-kelompok diskusi  membahas kisah hidup dan perjuangan anas.
Masa depan adalah rahasia, tapi bisa diprediksi dari apa yang kita lakukan saat ini. Apa yang kita lakukan hari ini adalah pilihan kita dimasa lalu yang dilakukan pada masa itu. Bergerak serentak serempak bukan hanya sekedar ucapan simpati maupun empati. Bergerak serentak serempak adalah kekuatan silaturahmi demi menegakkan keadilan dan kehidupan yang lebih baik kedepan.



Oleh Andrian Habibi,
Penulis Ketua Bidang Pembinaan Anggota Badan Koordinasi Himpunan mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumbar dan beraktifitas di lembaga Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumbar dan Komite Independen Pemantau pemilu (KIPP) Sumbar.

Penulis beralamat di Jln. Belanti Barat VII, No. 101, Kel. Lolong Belanti, Kec. Padang Utara, Kota padang. No HP : 085364472778, Telp : (0751) 41062, No HP : 0853  6447  2778, Bank Syariah Mandiri  KCP Ulak Karang, Padang, No Rekening : 7054533033
Share:

1 komentar: