Senin, 28 September 2015

PILKADA & KESUNYIAN BAWASLU SUMBAR

PILKADA & KESUNYIAN BAWASLU SUMBAR
Oleh Andrian Habibi
Kabid PA Badko HMI Sumbar, anggota PBHI & KIPP Sumbar dan Koalisi Kawal Pilkada Sumbar
Pilkada 2015 berintegritas menyuguhkan semangat penyelenggara yang bergelora. Kuatnya semangat diikuti aktifitas jelas dengan tergambar tegas di kegiatan. Apabila kegiatan ini mengikutsertatakan dengan stakeholder atau tidak? Penyelenggara berhak memilih dan memilah siapa mitra berbagi semangat untuk menyukseskan Pilkada 2015 berintegritas.
Bawaslu Sumbar yang telah melaksanakan Rapat Koordinasi pengawalan dan pengawasan pilkada serentak yang diadakan Bawaslu RI bersama Bawaslu Sumbar sejak senin (14/9) dan selasa (15/9) melahirkan 19 rekomendasi. Produk Rakor Bawaslu menginginkan perbaikan proses pilkada harus dijalankan dengan baik, aman, bermartabat dan berintegritas. Niatan baik yang tertuang dalam bentuk acara dan produknya tapi menyisihkan sedikit dilema di hati rakyat.
Rakyat termasuk Koalisi Kawal Pilkada masih menantikan gebrakan Bawaslu Sumbar untuk turut serta bahu membahu suksesi Pilkada 2015 Berintegritas. Sekarang, bukan hanya pasangan calon kepala daerah saja yang dinantikan gebrakannya. Bawaslu sebagai lembaga yang menjamin terselenggaranya pilkada 2015 serentak harus juga menggebrak. Mengawasi dan memberikan rekomendasi tidak sebatas selembar surat tetapi butuh penjelasan Bawaslu yang sampai sekarang terkesan ELIT.
Bawaslu Sumbar bahkan terlihat memilih dan memilah rekanan terkait program-program Bawaslu Sumbar. Rakor Bawaslu bahkan tak mengikutsertakan beberapa LSM/NGO yang selama ini fokus program di bidang pemilu, pilpres dan pilkada. Ntah ini berupa ketidaksenangan atau sebatas kekhilafan Bawaslu Sumbar. Penulis berharap Bawaslu Sumbar sekedar lupa bahwa beberapa lembaga disekitaran kantornya masih beraktifitas dan masih hidup sampai saat ini.
Merek ELIT juga bisa dinilai dari sudut pandang keengganan duduk bersama. Apakah Bawaslu terlalu sibuk, rasanya tidak. Apakah Bawaslu tak berpenghuni, tidak juga. Penulis beranggapan ada kemungkinan Bawaslu Sumbar hanya mau di undang dan enggan mengundang meramaikan Pilkada 2015. Bukan kah Bawaslu Sumbar sudah berpengalaman dalam menghadapai pemilu dan pilpres 2014? Maka tidak ada lasan merek ELIT ini digenggam erat.
 Bawaslu Sumbar sampai sekarang terlihat lengang dan sepi sunyi tak sama degan tetangganya KPU Sumbar. berbeda fokus program tetapi masih sama-sama penyelenggara. KPU sumbar terkesan lebih humanis, wartawan dan pengamat pilkada 2015 masih lalu lalang dan bahkan duduk nyantai di depan kantor KPU Sumbar. kita bisa beralasan bahwa di depan Kantor KPU Sumbar ada warung, hingga meramaikan sekitaran kantor.
Di lain sisi, KPU telah mengeluarkan seperangkat aturan terkait Pilkada, mulai dari Surat Edaran KPU hingga Peraturan KPU. Hal ini memperlihatkan komitmen KPU dalam menjaga Pilkada 2015 lebih baik di setiap tahapan. Sedangkan Bawaslu sampai sekarang tidak memperjelas aturan terkait tugas, wewenang dan tanggung jawab Bawaslu. Seandainya ada, Bawaslu telah menegaskan tidak mencoba terbuka dengan siapapun.
Saat masalah keterbukaan informasi publik digenjotkan, Bawaslu Sumbar bahkan absen dari agenda-agenda keterbukaan informasi. Penulis sempat men-googling website bawaslu sumbar. hasilnya tidak diperoleh, menandakan Bawaslu Sumbar telah mengalamani suatu penurunan dalam soal keterbukaan. Informasi bawaslu sumbar sama bermamfaatnya dengan data dan informasi KPU Sumbar. Dana Bawaslu dalam menyelenggarakan Pilkada bersama KPU seharusnya dibuka dan mudah di akses oleh masyarakat umum.
Segera Bertindak
Bawaslu Sumbar bisa humanis juga dengan mengadakan “gazebo” di halaman Bawaslu Sumbar. tujuan Gazebo ini anatara lain sebagai tempat sosialisasi dalam balutan diskusi antara Bawaslu Sumbar dengan masyarakat dan awak media. Gazebo juga mewakili pandangan pemamfaatan kantor dengan mengedepankan asas keterbukaan. Bawaslu Sumbar bisa menyampaikan kerja-kerja harian dengan harapan tersampaikan ke seluruh wilayah sumatera barat melalui ngopi bareng melalui pemantau pilkada 2015 serentak.
Koalisi Kawal Pilkada yang terbentuk dari gabungan LSM/NGO menjadi salah satu walaupun bukan salah banyak siap bermitra dengan Bawaslu tanpa melupakan kritik dan saran sebagai bentuk kecintaan terhadap lembaga Bawaslu Sumbar agar lebih siap menyukseskan 19 hasil Rakor Bawaslu. Oleh karena itu, Koalisi Kawal Pilkada Sumbar akan berusaha meramaikan setiap tahapan Pilkada 2015 agar kesan ELITnya Bawaslu agak berkurang.
Bawaslu Sumbar dapat memamfaatkan Koalisi Kawal Pilkada untuk berbagi pandangan terkait hal-hal yang menyangkut dengan pengawasan dan teknis pengawalan Pilkada di hari-hari tergenting, seperti saat pemungutan dan penghitungan suara. Jangan lah Bawaslu Sumbar merasakan bergerak sendiri karna kita akan menemani perjuangan Bawaslu Sumbar. Komunikasi memang sangat sensitif akan tetapi menjadi jalinan penguat keyakinan antara penyelenggara dengan rakyat se-sumatera barat.
Akhirnya, Bawaslu Sumbar diharapkan mensosialisasikan program-programnya melalui media sosial, website dan cetak. Karena Bawaslu Sumbar menggunakan anggaran negara untuk menjalankan aktifitas yang seharusnya disampaikan dalam bentuk data dan informasi. Peningkatan kapasitas pegawai juga harus dilaksanakan terkait sukses PPID Bawaslu Sumbar demi tercapainya pertanggungjawaban kegiatan sebagai bentuk penguatan transparansi dan akuntabilitas.
Kedepan Bawaslu Sumbar bisa bergerak dengan bermitra dengan siapapun untuk memperjelas eksistensi lembaga. Ada atau tidaknya kita karena kita berbuat dan orang lain tahu dengan perbuatan kita. Keberadaan bukan hanya soal narsis dalam media sosial atau pencitraan. Lebih penting lagi, sampai kapan kita menunggu gebrakan Bawaslu Sumbar ?

Oleh Andrian Habibi,
Penulis Ketua Bidang Pembinaan Anggota Badan Koordinasi Himpunan mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumbar dan beraktifitas di lembaga Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumbar dan Komite Independen Pemantau pemilu (KIPP) Sumbar serta tergabung dalam KOALISI KAWAL PILKADA.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar