Selasa, 06 Oktober 2015

HALUAN BERSAMA RAKYAT

HALUAN BERSAMA RAKYAT
Oleh Andrian Habibi
Kabid PA Badko HMI Sumbar, anggota PBHI & KIPP Sumbar dan tergabung dalam Koalisi Kawal Pilkada

Tan Hana Dharma Mangrwa “Tidak ada Kebenaran, Kebajikan, Kewajiban yang Mendua atau yang Berstandar Ganda”
Pers adalah yang membentuk pendapat umum melalui tulisan dalam surat kabar. Pendapat Raden Mas Djokomono yang membakar semangat pejuang dalam memperjuangkan hak-hak Bangsa Indonesia pada masa penjajahan Belanda.

Harian Umum HALUAN, koran harian berdiri sejak 1 oktober 1948. HALUAN, sekarang telah berusia 67 tahun. Selama itu juga HALUAN berusaha menjadi Harian Umum yang “Mencerdaskan Kehidupan Rakyat”. Ganjaran upaya pencerdasan ini membuahkan penghargaan MDGs Award 2012 dari Presiden RI. Penghargaan yang mengukuhkan posisi HALUAN sebagai Koran Lokal Terbaik di Indonesia.
67 tahun. Waktu yang tak singkat. Ikhtiar dalam setiap waktu mengupayakan keterbukaan informasi dan pemaparan data akurat. HALUAN menyampaikan berita yang harus diketahui rakyat. Data dan fakta berimbang menimbulkan keharusan akan klarifikasi dan konfirmasi berita. Menjaga setiap berita menarik dan mudah dipahami pembaca dari seluruh kelompok umur.
HALUAN juga pejuang penegak Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Amanah reformasi dalam pemenuhan hak-hak asasi rakyat sesuai Pasal 28F UUD Negara Republik Indonesia 1945. Hak akan keterbukaan informasi disajikan. Menjaga pilar reformasi agar tak ada lagi berita yang memihak. Semua informasi berhak dan wajib diketahui oleh rakyat. Hasilnya, rakyat lebih cerdas dalam melihat dan memandang suatu persoalan. Baik nasional maupun kedaerahan.
Lebih jauh, kalimat “Mencerdaskan Kehidupan Rakyat”. Terlihat dan terbuktikan dari bermunculannya para penulis. Sumatera Barat sebagai dapur pemikir bangsa dari sejak dahulu hingga sekarang. Harus di jaga dan dikuatkan. Salah satu ikhtiar mulia ini dengan memberikan kesempatan rakyat untuk menulis.
Opini-opini terbentuk dan tersampaikan. Tulisan pembaca tak lagi menjadi “langganan” bagi pakar-pakar keilmuan tertentu. Tetapi telah beralih kepada “seluruh rakyat”, muda atau tua, apapun latar belakang pendidikan dan aktifitasnya. HALUAN menjaga Sumbar untuk terus menjadi dapur pemikir bangsa (penulis).
Saat tulisan ini ditulis, Penulis menjadai salah satu pemuda yang berkesempatan menjadi salah satu produksi dapur pemikir bangsa. Menulis dan menyampaikan pandangan terhadap permasalahan bangsa. Upaya berbagi pengetahuan dan pengalaman. Agar pembaca (rakyat) mengetahui dan memahmi jalan pemikiran dari sudut pandang penulis.
Saat berita aktual dan terpercaya dimuat ditambah memfasilitasi rakyat menulis. Maka, gerakan “Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat” berjalan. Masyarakat tidak lagi sebatas pembaca budiman. Membeli dan membaca berita lalu beropini dalam angan dan wacana “lapau”. Tetapi, pembaca yang keritis dan menuliskan ide, pemikiran dan solusi berbasis berita dan realitas kehidupan. Pembaca ini lah yang menjadi jalur penyampai gagasan bagi kelompok sekitar untuk meluaskan dampak pencerdasan masyarakat.
Penguatan Media
2015, tahun penuh intrik dan dagelan permainan politik hingga peroblematika bangsa juga dunia internasional. Media termasuk HALUAN diharuskan memuat berita terbaru secara harian. Agar masyarakat mengetahui apa yang terjadi dimuka bumi ini setiap waktu. Aktifitas pewartaan ini membutuhkan penguatan agar motto HALUAN terus teraplikasikan.
Langkah kedepan yang bisa diambil oleh HALUAN antara lain: Pertama, HALUAN mengupayakan memuat salinan lengkap keputusan, ketetapan dan peraturan perundang undangan terbaru. Bukan sebatas berita tiga alenia. Memang lembar negara tersebut di muat lengkap. Masyarakat yang mengetahui peraturan peundang undangan dari yang tertinggi hingga yang terendah mengetahui perjalanan pemerintah.
Di lain sisi, memuat salinan UU, PP, Permen, Perppu, Pergub, Perda atau salinan keputusan Mahkamah Konstitusi. Bisa masuk ke dalam program sosialisasi peraturan perundang undangan tersebut. artinya, HALUAN bukan hanya memberitakan secara singkat dan terpercaya. Akan tetapi menjadi media pengawal demokrasi dan penguatan rakyat memantau kinerja pemerintah.
Dari tinjauan agama, bukankah kita diharuskan “menyampaikan ilmu/pengetahuan walaupun hanya satu ayat”. Ilmu pengetahuan bukan sekedar berita sebagai bentuk kerja-kerja jurnalis. Melainkan “menyampaikan” bahan yang diberitakan. Contohnya; berita terkait kinerja pemerintah daerah tidak sesuai dengan Peraturan Daerah terbaru. Patut dan layak, Perda tersebut dimuat secara utuh pasal per pasal.
Kedua, penulis berharap HALUAN memiliki beberapa halaman yang bukan hanya opini. Karna, opini paling memuat satu tulisan pembaca. Artinya, seorang pembaca memiliki kesempatan berbagi pengetahun sekali dalam seminggu. Agar motto HALUAN bisa lebih menyeluruh, kolom-kolom pembaca diperbanyak. Seperti kolom pakar yang membahas satu persoalan sesuai dengan berita terhangat. Kolom blogger, yaitu memuat pandangan opini para blogger (jurnalis online) sebagai pembanding terhadap opini dari kiriman surat email pembaca. Opini dan suara blogger ada di halaman yang sama untuk menjelaskan dan berbagi pengetahuan terkait satu dari sudut pandang beragam. Kolom klarifikasi, jawaban dari pihak tertentu yang diberitakan atau dikritik dalam kolom opini. Jawaban yang mengurangi waktu dan media klarifikasi yang luas dan berulang. Cukup menyampaikan di HALUAN lalu biarkan pembaca memahami.
Ketiga, HALUAN back to campus. Program penguatan kemampuan dan keahlian menulis dunia perguruan tinggi, mulai dari dosen dan mahasiswa. Atau HALUAN mendirikan anak perusahaan yang khusus menjadi media harian mahasiswa. Bisa juga bekerjasama dengan media berita kampus dengan memadukan konsep kritis mahasiswa dengan profesional perusahaan. Kerja sama seperti ini memajukan media-media kampus dan menyatakan bahwa HALUAN menyatu dengan dunia akademis.
Akhirnya, jalan “Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat”, harus dipertahankan. Langkah-langkah pengawalan demokrasi dan pemerintahan diperkuat. Selain menguatkan managemen dan mengembangan kawasan dsitribusi. Agar lebih menjadi harapan semua rakyat. HALUAN harus menjadi media harian nasional. Dekat dan menyatu dengan rakyat.
Selamat berjuang terus berama rakyat. 67 tahun adalah bukti. HALUAN bersama rakyat hingga akhir masa.


Oleh Andrian Habibi,

Penulis Ketua Bidang Pembinaan Anggota Badan Koordinasi Himpunan mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumbar dan beraktifitas di lembaga Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumbar dan Komite Independen Pemantau pemilu (KIPP) Sumbar serta tergabung dalam KOALISI KAWAL PILKADA.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar