Sabtu, 24 Juni 2017

Naik Kelas



Satu bulan kita berpuasa. Waktu yang panjang dalam menahan lapar dan dahaga. Setiap waktu dimamfaatkan untuk belajar dan beribadah. Agar puasa menjadi ujian bagi manusia

Ujian bukan hanya sebatas personal individual semata. Tetapi membangun kebersamaan dalam bingkai sosial kita. Menyatukan pandangan dan menahan dengan segenap ujian. Demi perbaikan dimasa depan.

Begitulah kita diuji dengan amarah, nafsu dan perbedaan. Terkadang ujian begitu berat saat tantangan menghampiri dan menekan. Namun, manusia siap berjuang demi mendapatkan pengalaman. Sehingga menjadi bekal menyiapkan ramahan kedepan.

Maka lengkapilah akhir ujian dengan suka cita. Berbagi dengan sesama. Menyatu tanpa menggerutu. Merubah kekurangan dan memperkuat kebaikan. Atas nama persatuan dan kesatuan.

Kita mungkin akan lupa saat bahagia. Apabila kesenangan tidak tertata dalam mamfaat bagi sekitar kita. Disinilah mempertahankan nilai ujian menjadi berat. Butuh keseriusan super dan program ketat. Sehingga naik kelas dengan nilai yang pantas. Bukan sekedar melepaskan diri dari ujian.

Karena kita percaya ujian ini meneguhkan nilai-nilai keagamaan. Lalu menyulam tingkah laku yang adil dan beradap untuk persatuan bangsa dan negara. Setiap ada hambatan dan tantangan, musyawarah dan mufakat menjadi pilihan dari "kebersamaan" demi mencapai hidup yang berkeadilan sosial bagi seluruh umat manusia.

*Andrian Habibi*

Deputi Kajian KIPP Indonesia --- Staf PBHI Nasional --- Depertemen Hum Ham PB HMI
Share:

0 komentar:

Posting Komentar