Jumat, 21 Juli 2017

67 Rapat Berujung Voting

setelah 67 kali dibahas dalam rapat Pansus RUU Pemilu, kita melihat hasilnya berujung ke voting dengan opsi yang mengerucut ke dua pilihan.

Pilihan voting ini menandakan bahwa selama 67 kali rapat dengan kurang lebih 9 bulan masa sidang, menandakan bahwa anggota DPR tidak bisa bermusyawarah untuk mufakat.

Sehingga, lobby-lobby selama pembahasan dan rapat atau selang waktu antar rapat hanya bisa diselesaikan oleh kata voting.

Sehingga jelas bahwa voting menjadi solusi atas semua masalah kehidupan politik Indonesia. Walaupun begitu, kita tidak bisa pesimif terhadap sisi baik musyawarah untuk mufakat.

Munculnya dualisme dukungan paket RUU pemilu menandakan bahwa kedepan Indonesia akan terpecah kembali ke dua koalisi besar. Kalaupun dipaksakan, akan muncul tiga koalisi layaknya situasi Pilgub DKI Jakarta.


Selain itu, voting RUU Pemilu menjelaskan bahwa ada dua calon Presiden yang akan maju di Pemilu 2019 yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Dengan begitu, akan melihat siapa yang akan bermanuver dalam voting RUU Pemilu.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar