Rabu, 05 Juli 2017

Ruang Partisipatif


Apa yang menarik dari Bawaslu Sumatera Barat???

Memurut saya, salah satu hal yang menarik hati adalah keterbukaan informasi dan sosialisasi berbasis media sosial. Bagi saya itu sesuatu bangets dech. Jadi kita bisa melihat perkembangan terkini dari kegiatan Bawaslu.

Mungkin bagi orang lain itu hal biasa. Bisa juga menjadi was-was. Biasa karena media sosial sudah lama menjadi alat kampanye dalam segala bentuk. Was-was, bila ada kejanggalan oleh beberapa oknum yang kemudian namanya disebar melalui berita atau realis Bawaslu.

Nah, untuk memperkuat kesan lembaga, hemat saya bawaslu provinsi menyediakan satu ruang yang bernama "Ruang Partisipatif" yaitu ruangan yang disediakan bagi wartawan, pemantau pemilu, ormas dan lain-lain.

Ruang Partisipatif Bawaslu Provinsi bertujuan agar ada kesepahaman antara Bawaslu dengan mitranya dalam menyebarluaskan materi pengawasan, teknis sosialisasi, penyebarluasan berita dan mengawal informasi hoax.

Sebagai contoh - dalam pelaksanaan seleksi anggota Bawaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota - Ruag Partisipatif dijadikan sebagai ruang pertama yang mendapatkan informasi yang bisa dikonfirmasi untuk menguatkan kesan partisipatif lembaga.

Apabila ada informasi (hoax) terkait tahapan seleksi. Ruang Partisipatif lah pintu pertama pembuka tabir rahasia sekaligus alat pembuktian bagi penuntut (penyebar hoax) terkait seleksi. Jadi, semua informasi akan terkonfirmasi dan dibantu untuk penyebarluasannya.

Begitu juga informasi-informasi tentang penyelenggaraan Pilkada Serenak 2018. Terkadang ada saja berita yang menyudutkan lembaga pengawas akibat dari panasnya kontestasi politik bakal calon atau calon peserta pilkada.

Demi menjaga marwah lembaga, Ruang Partisipatif lah sebagai alat penguat agar setiap kecurigaan bisa dibuktikan dan setiap kekhawatiran bisa dienyahkan.

Oleh sebab itu, menyediakan satu ruangan dengan pelbagai mamfaat sangatlah penting untuk dipertimbangkan. Tentu saja teknis keseharian anggota Ruang Partisipatif tidak bisa dibebankan kepada Bawaslu Provinsi.

Dalam penguatan kemitraan, Bawaslu Provinsi bisa mengupatakan akses komunikasi langsung, jaringan internet, printer dan kertas atau mesin fotocopy dan air putih beserta kopi dan teh. Tidak baik juga penghuni Ruang Partisipatif membebankan kebutuhan hariannya kepada Bawaslu Provinsi.

Pada akhirnya, Ruang Partisipatis bukan hanya sebagai ruang kemitraan tetapi juga sebagai pusat informasi dan tangga awal untuk mendirikan laboratorium pengawasan pemilu. Sehingga setiap masalah bisa diselesaikan dengan melihat kejadian dimasa lalu yang terkonfirmasi.

Andrian Habibi
Pegiat Ham dan Demokrasi
Share:

0 komentar:

Posting Komentar