Jumat, 25 Agustus 2017

Hati-hati (Kotak) Transparan


Hati-hati (Kotak) Transpran

Beberapa hari lalu, ada pernyataan yang menghangatkan isu penggunaan kotak transparan di Pilkada Serentak 2018. Namun, bagi kami, penggunaan kotak transparan harus dengan kehati-hatian mengingat penggunaan (kotak) transparan digunakan saat pemungutan suara pada pemilu 2019.

Oleh sebab itu, saya berusaha memberikan komentar singkat bahwa :

Mungkin ada anggota dewan (DPR) yang gagal paham. Apa dia fikir mengganti kotak suara itu bisa dilakukan sesederhana itu. Kotak suara bukan mainan dan tidak bisa main ganti saja. Harus ada pertanggungjawaban dan narasi atau berkas acara yang juga terkait dengan proses penganggaran di Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Sehingga, perkara mengganti kotak dari kaleng (tertutup) kepada kotak (transparan) bisa dipertanggunghawabkan.

Di lain sisi, Kotak suara transparan harus sama di seluruh daerah. Karena menjamin keamanan isi kotak yang sama. Dengan demikian, kotak wajib memiliki bahan dan kualitas yang sama dengan produksi yang sama juga.

Kedua, karena harus menjaga persamaan kualitas dan proses, maka harus jelas kriteria perusahaan yang harus menganbil alih produksi kotak suara. Perbedaan produksi tanpa kepastian bahan dan kualitas serta proses produksi berpotensi membuat kehebohan disaat pelaksanaan.

Ketiga, penggantiannya tidak bisa sebahagian dengan alasan rusak. Karena tidak semua masyarakat tahu proses penggantian kotak atas perintah UU. Pemerintah harus mensosialisasikan dulu UU baru proses penggantian kotak suara dilakukan.

Keempat, walaupun pilkada menggunakan dana APBD. Penggantian kotak suara kepada transparan tidak bisa mengganti yang rusak saja. Karena tensi emosi dalam pilkada lebih tinggi daripada pemilu. Sehingga bila mau mengganti, maka keseluruhan kotak suara di pilkada suatu daerah harus diganti. Tidak bisa sebahagian diganti.

Sebaiknya, jangan tergesa-gesa menebar isu agar membuahi wacana hingga memanaskan suasa penyelenggaraan pilkada 2017. Lebih baik anggota partai fokus kepada Proses Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, jangan sampai terlalu berwacana sampai-sampai kehilangan pemilih.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar