Rabu, 20 September 2017

Bawaslu Mengawasi

JAKARTA – Bawaslu RI me-lounching Bawaslu Mengawasi sebagai salah  satu program pengawasan pada rabu, 20 September 2017, bertempat di Crwon Plaza Hotel, Jakarta.

Bawaslu Mengawasi berasal dari tahapan kerja program pengawasan sedari Bawaslu Mendengar, Bawaslu Memanggil kemudian Bawaslu Mengawasi.

Afifuddin, Koordinator Pengawasan Bawaslu RI, mengatakan bahwa landasan Bawaslu Mengawasi adalah Pasal 93-96 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum.

 “Bawaslu Mengawasi adalah perjuangan pencegahan, pengawasan dan penindakan hukum pemilu” ujar Afif.
Sebagaimana disampaikan oleh anggota Bawaslu RI yang pernah memimpin Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR). Proses Bawaslu Menggawasi berasal dari Bawaslu Mendengar dan Bawaslu Memanggil.

Pertama, Bawaslu Mendengar adalah program mendengar kritik, saran dan masukan dari KPU, DKPP, Parpol, Pemerintah dan sahabat Bawaslu.

Produk Bawaslu Mendengar kemudian dianalisis menjadi program-program Bawaslu RI. “Tidak ada program yang dijalankan tanpa landasan” begitu ungkap Afifuddin. Salah satu program perbaikan teknis adalah proses seleksi calon anggota Bawaslu Provinsi di 25 Provinsi. “Sistem CAT adalah salah satu bentuk pembaharuan teknis penyeleksian calon pengawas di tingkat provinsi” tegas Afif.

Proses seleksi menghasilkan 75 calon terpilih yang dilantik pada rabu pagi, 20 September 2017. Crwon Plaza Hotel menjadi saksi pelantikan 75 pengawas pemilu untuk 25 provinsi. Afifuddin menjelaskan bahwa paskamendengar, memanggil dan melantik. Maka program awal dari produk seleksi adalah melaksanakan program Bawaslu Mengawasi.

Bawaslu RI sudah mendengar, memanggil, mulai mengawasi. Lalu, kapan Bawaslu RI menata proses beracara penyelesaian sengekta pemilu? Mari kita tunggu.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar