Kamis, 30 November 2017

Bersama Sahabat untuk Indonesia 2018

Hidup itu indah. Bagaikan pelangi, indah setelah hujan membasahi bumi. Begitu juga aku dan kamu, wahai sahabat. Masih ingatkan perdebatan kita? Iya, kita selalu berdebat. Tapi perdebatan tetap membuat kita bersama-sama. Baik senang maupun duka. Perjalan hidup kebersamaan denganmu selalu indah. Akan selalu ku ingat wahai sahabat.
Persahabatan Penggiat Ham Sumatera Barat

Oh ya, kita pernah berkisah tentang Indonesia. Masih ingatkah sahabatku? Indonesia yang kita ketahui. Indonesia yang disebut-sebut sebagai ibu pertiwi. Seandainya saja dia seorang ibu. Apakah kita mencintainya layaknya ibu sendiri?

Pertanyaan ini hanya satu. Namun kita menjawabnya dengan perbedaan pendapat. Sungguh asyik mengenang persahabatan kita. Ibu pertiwi, kami anak-anakmu senang dengan perbedaan. Karena kami berbeda. Maka kami kuat dalam persatuan.

Oh Ibu Pertiwi. Oh Indonesia.
Sepanjang hari kami, putra-putri garuda mendoakan agar Ibu bahagia dan terus sabar. Iya, kami mungkin sedikit nakal. Ada kalanya perdebatan sampai memunculkan urat syaraf. Tapi ibu. Tapi Indonesia. Percayalah, persahabatan kami terlalu erat untuk diusik oleh orang lain. Bagi kami, persahabatan lebih dari persaudaraan darah.

Wahai Indonesia yang tercinta. Jangan resah dan khawatir. Persahabatan kami bagaikan energi. Layaknya #EnergiAsia yang memberi kekuatan bagi setiap penduduknya. Ibu Pertiwi, Indonesiaku tercinta. Kami, aku dan para sahabat akan selalu dukung mendukung. Kami kuatkan #DukungBersama untuk #BelaIndonesia.

Persahabatan Peserta Pendidikan Ham Dasar Sumatera Barat
Mungkin Ibu Pertiwi, Indonesiaku, khawatir akan perbedaan yang meruncing akhir-akhir ini. Santai saja wahai Ibu Pertiwi, Indonesiaku tercinta. Namanya saja kami anak muda. Walau berbeda, kami masih bisa ngopi bareng. Memang cara kami menunjukkan rasa cinta kepadamu agak aneh.

Di antara persahabatan, ada saja yang ngeyel. Ada juga loh sahabat yang mencintaimu berlebihan. Atau ada juga sahabat yang sok cuek. Padahal, kalau Ibu Pertiwi tahu, gaya cuek dalam hati. Ohh ibu pertiwi, Indonesiaku tercinta.

Itu lah kami, anak-anakmu yang mulai mengerti akan makna hidup. Jadi, dalam perjalanan, terkadang bisa singgah di suatu tempat. Ada juga di antara kami yang mencari jalan muter-muter.

Tapi percayalah Ibu pertiwi, kami memahami bahwa kamu inginkan kami #DukungBersama untuk #BelaIndonesia. Ibu tahu kan. Bahwa esok, pada tahun 2018. Ibu Pertiwi akan kedatangan tamu. Keluarga kita se-asia. Hmmmm, Ibu Pertiwi, Indonesiaku tercinta akan melihat bukti #EnergiAsia yang #DukungBersama.

Persahabatan kami akan terbukti. Bersabarlah wahai Ibu Pertiwiku, Indonesia Kami Tercinta. Kita akan jadi tuan rumah Asean Games 2018 loh. Ibu Pertiwi pasti bangga. Sahabat-sahabat kami sudah berlatih keras. Bahu membahu. Semua demi memberikan kenangan kepada seluruh dunia.

Ibu Pertiwi, Indonesiaku tercinta. lihat lah para sahabat. Rangkulan tangan untuk berjuang keras. Bagiku dan sahabat yang lain. Ibu jangan khawatir. Kami akan #DukungBersama untuk #BelaIndonesia.

Persahabatan Pemantau Pemilu Indonesia
Sahabat-sahabat kami yang sedang berjuang. Kami selalu mendoakan mereka. Ibu tahu kan. Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetap satu jua. Di Asean Games 2018, Kami buktikan kepada ibu bahwa kami #DukungBersama.

Dunia akan tahu bahwa anak-anak ibu kuat dan saling menjaga, saling mendukung, saling menguatkan. Semua cintamu kepada kami putra bangsa. Semua kasihmu pada kami para saudara dalam tali persahabatan. Akan kami buktikan bahwa Indonesia Hebat.

Ini lah sepucuk surat untuk membela Indonesia di tahun 2018. Masih banyak surat-sruat lainnya. Kami yakin ibu pertiwi sabara membaca satu demi satu. Persahabatan kami untukmu wahai Ibu Pertiwi, Indonesiaku tercinta.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar