Selasa, 26 Desember 2017

Pembaharuan KIPP


Pembaharuan KIPP: Modernisasi Gerakan Pemantauan dan Pendidikan Demokrasi

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) adalah perkumpulan pemantau pemilu pertama di Indonesia. Sejak 1996 sampai sekarang.

KIPP masih bergerak dalam ranah perjuangan mengawal demokrasi, pendidikan dan pemantauan pemilu.

Mengingat pentingnya peran pemantau pemilu. Maka eksistensi KIPP sangat penting untuk menjadi legalitas proses demokrasi prosedural (pemilu).

Nah, demi menjaga nafas perjuangan pengawalan demokrasi. Maka, KIPP perlu melakukan pembaharuan. Baik internal maupun eksternal.

Pembaharuan KIPP adalah gerakan pengorganisasian yang mengikuti perkembangan zaman. Tentu saja tetap menjaga kritik yang membangun.

Dalam hal penguatan keorganisasian. Pembaharuan berwujud pemamfaatan teknologi informasi yang sederhana. Wujud fisik pemantau tetap perlu. Tapi harus diperkuat dengan konsep modernisasi gerakan pemantau.

Oleh karena itu, saya membawa semangat diatas dalam program kerja sederhana. Namun memiliki potensi penguatan kejayaan KIPP. Tugas utama pengurus kedepan adalah pemantauan pilkada 2018, pemilu 2019, penguatan KIPP Daerah dan persiapan kongres 2020.

Berikut tawaran perjuangan Pembaharuan KIPP:

1. Mengupayakan perbaikan administrasi kelembagaan
a. Adminitrasi kesekretariatan dan surat menyurat
b. Dokumen kelembagaan
c. Daftar alumni, anggota dan relawan
d. Administrasi pengembilan keputusan

2. Mengupayakan pembentukan konsep sekolah demokrasi untuk rekrutmen relawan dan anggota KIPP
a. Sekolah demokrasi bertingkat untuk peningkatan sumber daya manusia
b. Memakai konsep magang untuk menjadi anggota KIPP
c. Pelatihan internal untuk menjadi pelatih

3. Memamfaatkan teknologi dalam kegiatan organisasi pemantauan
a. Survey dengan google documen
b. Pemantauan berbasis aplikasi google
c. Website yang terintegrasi dan pusat data organisasi
d. Menggunakan media sosial sebagai alat sosialisasi organisasi (live streaming youtube, instagram dan facebook)

4. Kerjasama kritris dengan penyelenggara pemilu
a. Mengawal pilkada
b. Mengawal pemilu
c. Pengaktifan kantor PPK dan Panwascam sebagai pusat kegiatan pemantauan tingkat kecamatan
d. Menjalin kerjasama pemantauan pemilu di setiap negara (minimal membangun komentar KIPP terkait pemilu di negara tersebut)

5. Penghimpunan dana
a. Sumbangan senior
b. Sumbangan lain yang tidak mengikat
c. Kerjasama dengan lembaga internasional dan nasional
d. Dengan asas keterbukaan, laporangan keuangan akan terbuka dan bisa dilihat setiap bulan melalui website KIPP

6. Pemamfaatan NGOPI (Ngobrolin Pemilu) sebagai ruang belajar anggota

7. Pengaktifan KIPP Daerah
a. KIPP daerah lebih jelas dalam konsep otonom
b. KIPP Wilayah menjalankan aktifitas mengesahan KIPP Kabupaten/Kota, pengesahan pemagang menjadi anggota dan koordinasi kabupaten/kota
c. KIPP Wilayah menjadi prioritas gerakan dan kerjasama dengan lembaga apapun di wilayahnya (KIPP Indonesia membantu komunikasi dan menjadi fasilitator bila dibutuhkan)
d. KIPP Wilayah melaksanakan Sekolah demokrasi/pemilu (kurikulum, silabus, metode dan program dibicarakan lebih lanjut dalam forum rakernas)

Andrian Habibi for KIPP-1
Share:

0 komentar:

Posting Komentar